Banggar DPR menyatakan usulan tersebut akan disampaikan secara resmi kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk dipertimbangkan dalam penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027.
“Akan kami serahkan usulan dari berbagai pembahasan yang sudah disepakati antara komisi dengan mitra masing-masing. Pagu-nya Rp1.389,84 triliun. Usulan tambahannya Rp 984 triliun,” kata Said, saat memimpin rapat kerja Banggar DPR Senin (29/6/2026).
Dengan tambahan tersebut, total anggaran K/L yang diajukan ke pemerintah mencapai Rp2.373,94 triliun pada 2027.
Menurut Said, penyampaian usulan tambahan anggaran tersebut memang berada di luar agenda rapat. Namun, Banggar memilih menyerahkannya melalui forum resmi agar seluruh proses berlangsung secara terbuka dan sesuai mekanisme, serta tidak terkesan melalui "jalur belakang".
“Secara resmi kami akan sampaikan ke pemerintah hari ini karena pasti tidak boleh lewat pintu belakang. Tiba-tiba saya ketemu Pak Purbaya, saya serahkan. Nah ini forum resmi, jadi akan kami serahkan usulan dari berbagai pembahasan yang sudah disepakati,” jelasnya.
Politikus PDI Perjuangan itu menyebut keputusan akhir mengenai tambahan anggaran belanja K/L ini berada di tangan Bendahara Negara. Nantinya, nilai rancangan belanja K/L untuk anggaran 2027 akan disampaikan pemerintah saat pembacaan Nota Keuangan bersama RAPBN 2027 pada 16 Agustus 2026.
Sekadar catatan, untuk menjaga keberlanjutan fiskal, DPR dan pemerintah menyepakati defisit APBN 2027 tetap berada pada kisaran 1,80% hingga 2,40% dari Produk Domestik Bruto (PDB).
(mfd/ell)





























