Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Dekati Rp18.000/US$, Yield SUN Mulai Naik

Redaksi
02 July 2026 11:37

Karyawan mengambil mata uang rupiah di tempat penukaran mata uang, Jakarta, Selasa (12/5/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan mengambil mata uang rupiah di tempat penukaran mata uang, Jakarta, Selasa (12/5/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pergerakan yield obligasi pemerintah cenderung beragam pada sesi perdagangan Kamis (2/7/2026). Seiring dengan pelemahan rupiah di level Rp17.992/US$ pada 10.55 WIB, sepertinya pelaku pasar meminta premi risiko yang lebih tinggi terhadap sebagian tenor di pasar Surat Utang Negara (SUN). 

Melansir data Bloomberg pada 11.10 WIB, yield tenor 1 tahun melonjak paling tajam 8,7 bps ke level 7,29%. Kenaikan juga terjadi pada tenor 4 tahun yang naik 1,1 bps ke 7,14%, tenor 5 tahun naik 0,2 bps ke 7,13%, lalu tenor 7 tahun meningkat 0,8 bps menjadi 7,17%, serta tenor 18 tahun yang melesat 6,8 bps ke level 7,40%.

Di sisi lain, sebagian tenor masih mencatat penurunan yield. Yield SUN tenor acuan 10 tahun turun tipis 0,6 bps ke level 7,17%, sementara tenor 12 tahun terkoreksi 1,4 bps dan tenor 30 tahun turun 0,2 bps. 


Sepertinya, tekanan jual belum terjadi secara merata, namun investor mulai bersikap lebih selektif di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar.

Pelemahan rupiah menuju level psikologis Rp18.000/US$ menjadi salah satu faktor yang membayangi pasar obligasi hari ini.