Logo Bloomberg Technoz

Harus Adil

Adapun, Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) Akhmad Ma'ruf Maulana mengungkapkan bahwa pemotongan harga gas LNG harus berlaku adil.

Akhmad mengatakan jika diskon harga LNG hanya berlaku untuk industri non-HGBT, artinya pemerintah tidak melihat masalah industri secara utuh.

Menurutnya, padahal, sektor yang paling terdampak dari kenaikan harga LNG sebelumnya adalah industri-industri penerima HGBT.

“Pemerintah tidak melihat secara utuh, padahal yang terdampak adalah [industri] HGBT. Saya berharap ada ketentuan baru untuk HGBT lebih dapat proteksi dari pemerintah,” ungkapnya.

Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dwi Anggia menegaskan diskon LNG menjadi US$13/MMBtu hanya diperuntukkan bagi industri selain penerima HGBT yang terdampak penurunan pasokan gas pipa di wilayah Jawa bagian barat.

Menurutnya, industri yang diprioritaskan mendapatkan diskon LNG tersebut adalah yang memiliki karakteristik padat karya, berorientasi ekspor, serta memiliki ketergantungan yang tinggi terhadap gas sebagai bahan bakar utama dan bahan bakar proses.

“Jadi kebijakan penetapan harga LNG sebesar US$13/MMBtu ini enggak berlaku untuk seluruh industri ya. Hanya untuk secara spesifik untuk industri non-HGBT yang terdampak oleh penurunan pasokan gas pipa, khususnya di wilayah Jawa bagian barat,” kata Anggia kepada awak media di Kantor Kementerian ESDM, Selasa (30/6/2026).

Dia juga menyatakan kebijakan tersebut bakal dievaluasi secara berkala, tetapi dia tidak mengungkapkan rentang penerapan diskon harga regasifikasi LNG yang disalurkan melalui pipa tersebut.

Di sisi lain, Anggia menyatakan diskon tersebut dapat diberikan sebab terdapat penyesuaian dari sektor hulu hingga hilir, tetapi dia tidak menjelaskan penyesuaian tersebut lebih lanjut.

“Jadi seperti yang disampaikan Pak Menteri kemarin, komponen penurunannya itu dari hulu ke hilirnya akan ada penyesuaian. Dari pusatnya, dari KKKS [kontraktor kontrak kerja sama], kemudian dari PGN, dan dari hilirnya juga. Sudah disepakati bersama,” ucap dia.

Awal pekan ini, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengumumkan harga LNG untuk industri diturunkan menjadi US$13/MMBtu dari harga di pasaran saat ini di rentang US$20—US$23 per MMBtu.

Bahlil juga memastikan akan memangkas biaya hulu dan hilir dari produksi LNG untuk menekan harga yang harus dikeluarkan industri.

“Semuanya kena [pemotongan]. Jadi bagian pemerintah dari hulunya, itu kan ada bagian pemerintah. Kemudian di hilir juga kita minta mereka untuk turunkan cost Pertamina. Kita juga turunkan. Jadi baik dari kontraktor kontrak kerja sama [KKKS]-nya, pemerintahnya, maupun dari PGN juga kena pemotongan,” ungkap Bahlil kepada awak media di gedung parlemen Senayan, Jakarta, Senin (29/6/2026).

Adapun, Bahlil mengatakan keputusan ini dilakukan untuk menjaga industri agar tidak terjadi pemangkasan hubungan kerja (PHK).

“Ya ibarat kata begini loh, ini jangan terlalu banyak minta untung lah. Kira-kira begitu loh, untuk industri loh ini, untuk industri yang menghasilkan produk. Karena kita menjamin dan ingin untuk mempertahankan lapangan pekerjaan yang ada,” katanya.

(smr/wdh)

No more pages