Logo Bloomberg Technoz

Produksi CNG Disebut Lebih Efisien dari Hulu, Bukan di Kilang LNG

Sabrina Mulia Rhamadanty
18 August 2026 12:10

Tangki gas alam terkompresi (CNG) dan saluran bahan bakar di Montgomery County Fleet Management Services di Rockville, Maryland, AS./Bloomberg
Tangki gas alam terkompresi (CNG) dan saluran bahan bakar di Montgomery County Fleet Management Services di Rockville, Maryland, AS./Bloomberg

Bloomberg Technoz, Banggai – PT Donggi Senoro LNG (DSLNG) mengungkapkan pembuatan gas alam terkompresi atau compressed natural gas (CNG) paling hemat dan efisien dilakukan secara langsung di sektor hulu lapangan minyak dan gas (migas).

Plant Deputy General Manager DSLNG Sugianto Darsani menjelaskan langkah diversifikasi produk CNG dari kilang gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) dinilai tidak efisien, baik secara teknis maupun keekonomian.

“Secara keekonomian dan teknis, memproduksi CNG dari kilang LNG tidak efisien. Pembuatan CNG paling hemat dilakukan langsung dari sektor hulu pada suhu ambient [suhu udara/suhu lingkungan sekitar], di mana gas dari pipa langsung dimasukkan ke kompresor,” jelasnya saat ditemui di fasilitas kilang LNG DSLNG, Banggai, Sulawesi Tengah, Senin (17/8/2026).


Sugianto menjelaskan proses pencairan gas menjadi LNG membutuhkan penurunan suhu hingga minus 160 derajat celcius.

Sebuah pompa gas alam terkompresi (CNG) berada di fasilitas Montgomery County Fleet Management Services di Rockville, Maryland, AS./Bloomberg

Jika gas tersebut ingin diubah menjadi CNG, kilang harus melakukan proses penguapan kembali (regasifikasi) sebelum mengompresinya ke tekanan tinggi sebesar 200 bar atau 3.000 pounds per square inch (PSI).