Logo Bloomberg Technoz

PELESTARIAN SATWA LANGKA

Menjaga Endemik Sulawesi di Pusat Konservasi Maleo Pertama Dunia

Sabrina Mulia Rhamadanty
18 August 2026 11:40

Burung Maleo dewasa di Maleo Conservation Center Donggi-Senoro LNG (DSLNG) sumber pribadi. (Bloomberg Technoz/Sabrina)
Burung Maleo dewasa di Maleo Conservation Center Donggi-Senoro LNG (DSLNG) sumber pribadi. (Bloomberg Technoz/Sabrina)

Bloomberg Technoz, Banggai – Di balik besarnya fasilitas kilang gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) PT Donggi Senoro LNG (DSLNG) di Banggai, Sulawesi Tengah, terdapat sebuah suaka yang menjadi ruang perjuangan bagi masa depan salah satu burung paling langka di bumi, yaitu burung Maleo (macrocephalon maleo).

Maleo bukanlah burung sembarangan.

Satwa anggun bernuansa bulu hitam dan dada merah muda keemasan ini merupakan fauna identitas (maskot) dari Provinsi Sulawesi Tengah.


Ciri yang paling menyita perhatian terletak di atas kepalanya yaitu sebuah jambul atau "topi" keras berwarna hitam yang sejatinya adalah tonjolan tulang kaskus (casque). 

Burung Maleo dewasa di Maleo Conservation Center Donggi-Senoro LNG (DSLNG) sumber pribadi. (Bloomberg Technoz/Sabrina)

Jambul unik ini bertindak bagai pemindai suhu (thermal sensor) alami yang amat peka, membantu Maleo mendeteksi titik panas bumi atau pasir pantai yang paling presisi untuk mengubur telur-telurnya.