Indonesia Top Companies Recognition 2026
Fundamental Tetap Kokoh, BCA Perkuat Posisi di Industri Perbankan

Bloomberg Technoz, Jakarta - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) memperoleh apresiasi sebagai Top Company in Banking Solidity dalam Indonesia Top Companies Recognition 2026 yang diselenggarakan oleh Indonesia Data bersama Bloomberg Technoz Intelligence. Apresiasi tersebut diberikan berdasarkan penilaian terhadap fundamental keuangan, kualitas aset, kemampuan menjaga pertumbuhan bisnis, serta komitmen perusahaan dalam menciptakan nilai berkelanjutan bagi perekonomian nasional.
Memasuki 2026, BCA kembali menunjukkan kinerja yang solid di tengah dinamika industri perbankan. Pada kuartal I-2026, perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp14,7 triliun, didukung oleh pertumbuhan penyaluran kredit yang sehat dan kualitas aset yang tetap terjaga.
Sepanjang tiga bulan pertama 2026, BCA menyalurkan kredit senilai Rp994 triliun, meningkat 5,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh kredit produktif yang mencapai Rp760,2 triliun, atau tumbuh 7,8% secara tahunan. Sementara itu, penyaluran kredit kepada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) meningkat lebih tinggi, yakni 12% menjadi Rp146 triliun, mencerminkan konsistensi BCA dalam mendukung sektor produktif dan pelaku usaha nasional.
Di tengah ekspansi bisnis, kualitas kredit BCA tetap terjaga. Perseroan membukukan rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) sebesar 1,8%, sementara rasio Loan at Risk (LAR) berada di level 5,1%. BCA juga mempertahankan pencadangan yang kuat, dengan rasio pencadangan terhadap NPL mencapai 174,6% dan terhadap LAR sebesar 69,7%, memperlihatkan ketahanan perusahaan dalam mengelola risiko kredit.
Likuiditas perseroan juga tetap berada pada level yang sangat kuat. Hingga akhir Maret 2026, Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp1.292,4 triliun, meningkat 8,3% dibandingkan tahun sebelumnya. Dana murah atau Current Account Saving Account (CASA) tercatat sebesar Rp1.089 triliun, atau sekitar 85,2% dari total DPK. Dominasi dana murah tersebut menjadi salah satu faktor penting yang menopang efisiensi biaya dana sekaligus menjaga stabilitas operasional BCA.




























