Logo Bloomberg Technoz

"Pada tahun 2025 saja, angka tersebut mencapai lebih dari US$11 miliar yang dibayarkan oleh layanan  platform musik di seluruh dunia. Ini merupakan pembayaran tahunan terbesar," kata Gustav di Jakarta Selatan, Kamis (25/6).

Ia menambahkan, selama tiga dekade terakhir total pembayaran yang telah disalurkan Spotify kepada pemegang hak cipta hampir mencapai US$70 miliar. Namun demikian, besarnya nilai pembayaran tersebut tidak serta-merta berarti dana diterima langsung oleh para musisi.

"Satu hal yang perlu diperjelas, Spotify tidak membayar artis secara langsung. Kami membayar salah satu dari dua pemegang hak cipta, label rekaman, distributor, penerbit, dan lainnya. Jumlah yang diterima setiap artis bergantung pada kesepakatan pihak-pihak tersebut," ujarnya.

Gustav mengatakan Spotify berupaya membuat sistem distribusi royalti menjadi lebih transparan agar para pelaku industri musik dapat memahami alur pembayaran yang terjadi di balik layanan streaming.

Di Indonesia, Spotify mencatat pertumbuhan yang terus meningkat. Royalti yang dihasilkan musisi Indonesia melalui platform tersebut tumbuh lebih dari 16% dalam setahun terakhir. Dalam kurun tiga tahun terakhir, nilai royalti yang diterima musisi Tanah Air bahkan meningkat lebih dari dua kali lipat.

Menurut dia, perkembangan tersebut menunjukkan semakin kuatnya posisi musisi Indonesia di pasar musik digital global. Pertumbuhan itu juga didorong oleh tingginya minat pendengar terhadap karya-karya musisi lokal.

Menariknya, sekitar 60% royalti yang dihasilkan artis Indonesia di Spotify justru berasal dari pendengar di luar Indonesia. Kondisi ini menunjukkan bahwa batas geografis semakin tidak menjadi hambatan bagi musisi untuk menjangkau pasar internasional.

"Geografi bukan lagi penghalang kesuksesan. Saat ini, seniman Indonesia dapat menjangkau audiens yang jauh melampaui pasar domestik," kata Gustav.

(dec)

No more pages