Logo Bloomberg Technoz

Toshimitsu juga mengatakan nilai tukar yen Jepang terus melemah sejak 2021 dan kini berada di dekat level terendah dalam 40 tahun terakhir.

Kondisi tersebut, ditambah pemulihan perjalanan pascapandemi, telah mendorong lonjakan jumlah wisatawan ke Jepang. Negara itu menerima rekor 42,7 juta wisatawan internasional tahun lalu.

Biaya visa yang naik adalah visa sekali masuk yang tadinya 3.000 yen menjadi 15.000 yen.

Sedangkan biaya visa multipel entri dengan jangka waktu tertentu menjadi 30.000 yen dari 6.000 yen.

Majelis Tinggi Jepang mengesahkan rancangan undang-undang untuk menaikkan sejumlah biaya lain yang berkaitan dengan warga negara asing.

Berdasarkan revisi tersebut, batas maksimum biaya permohonan izin tinggal permanen akan naik menjadi 300.000 yen, atau 30 kali lipat dari batas saat ini sebesar 10.000 yen. Biaya untuk mengubah status izin tinggal atau memperpanjang masa tinggal juga akan naik hingga 100.000 yen, dari tarif saat ini sebesar 10.000 yen.

Perilaku buruk wisatawan yang diprotes warga lokal

Pariwisata Jepang juga sempat terguncang dikarenakan protes yang dilakukan warga lokal terhadap beberapa wisatawan asing yang mengganggu ketenteraman.

Selain itu, banyak juga ditemukan wisatawan yang merusak tempat wisata dan menyalahgunakan visa wisata untuk bekerja di negara berjuluk Matahari Terbit tersebut.

Berikut beberapa kasus wisatawan yang memicu protes:

  1. Berfoto di depan toko serba ada dengan latar belakang Gunung Fuji

Di kota Fujikawaguchiko, ribuan wisatawan memadati area depan sebuah minimarket untuk mengambil foto Gunung Fuji. Banyak yang menyeberang jalan sembarangan, menghalangi lalu lintas, dan memasuki properti pribadi. Keluhan warga membuat pemerintah setempat memasang layar penghalang besar untuk menutupi pemandangan gunung dari lokasi tersebut.

  1. Memasuki kawasan geisha di Kyoto

Warga dan otoritas setempat mengeluhkan wisatawan yang mengejar, memotret, bahkan menyentuh geisha dan maiko tanpa izin di distrik bersejarah Gion. Beberapa gang pribadi akhirnya ditutup bagi wisatawan karena gangguan yang terus berulang.

  1. Pendakitan Gunung Fuji yang Berlebihan

Pemerintah daerah menerima banyak keluhan terkait pendaki yang tidak mempersiapkan diri dengan baik, membuang sampah, mendaki pada malam hari tanpa perlengkapan memadai, dan menyebabkan kepadatan ekstrem. Sebagai respons, Jepang mulai menerapkan pembatasan jumlah pendaki dan mengenakan biaya masuk di beberapa jalur.

  1. Mengganggu Rusa di Nara

Rusa liar yang menjadi ikon wisata sering diperlakukan tidak semestinya oleh sebagian turis, seperti memberi makan makanan yang tidak sesuai, mengejar hewan untuk berfoto, atau memprovokasi mereka. Hal ini memicu kekhawatiran warga dan pengelola taman mengenai keselamatan hewan.

  1. Pelanggaran aturan di transportasi umum

Di kota-kota besar seperti Tokyo dan Kyoto, warga kerap mengeluhkan wisatawan yang membawa koper besar pada jam sibuk, berbicara keras di kereta, atau tidak mengikuti etika antre yang menjadi bagian penting dari budaya Jepang. 

  1. Overtourism destinasi populer

Kyoto, Kamakura, dan beberapa kota kecil mengalami lonjakan wisatawan yang menyebabkan kemacetan, kenaikan harga, kepadatan transportasi, dan berkurangnya kenyamanan warga lokal. Fenomena ini dikenal sebagai overtourism dan menjadi salah satu isu utama pariwisata Jepang saat ini.

(spt)

No more pages