Logo Bloomberg Technoz

Bahlil Kaji Opsi Revisi Harga DMO, Penambang Batu Bara Respons

Azura Yumna Ramadani Purnama
24 June 2026 09:40

Batu bara di atas tongkang dimuat ke truk di Pelabuhan Cirebon, Jawa Barat, Indonesia./Bloomberg-Dimas Ardian
Batu bara di atas tongkang dimuat ke truk di Pelabuhan Cirebon, Jawa Barat, Indonesia./Bloomberg-Dimas Ardian

Bloomberg Technoz, Jakarta – Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) menyambut rencana Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia untuk merevisi harga batu bara program wajib pasok domestik atau domestic market obligation (DMO).

Direktur Eksekutif APBI Gita Maharani mengungkapkan asosiasi siap untuk beraudiensi dengan Kementerian ESDM guna membahas peninjauan harga batu bara program wajib pasok domestik tersebut.

“Kami mengapresiasi keterbukaan pemerintah untuk meninjau kembali kebijakan DMO. APBI menyambut positif setiap opsi yang dibuka untuk dibahas bersama. Selama ruang dialog terbuka, kami siap terlibat secara konstruktif,” kata Gita ketika dihubungi, Rabu (24/6/2026).


Akan tetapi, dia menegaskan fokus APBI saat ini adalah memastikan keamanan pasokan batu bara untuk pasar domestik, sekaligus menjaga koordinasi antara produsen dengan PT PLN (Persero) dan pemerintah.

“Namun, saat ini fokus utama kami adalah memastikan keamanan pasokan dalam negeri tetap terjaga, sekaligus menjaga koordinasi yang baik antar seluruh lini dari produsen, PLN, hingga pemerintah,” ungkap Gita.

Alat berat beroperasi di tambang batu bara terbuka PT Bukit Asam di Tanjung Enim, Sumatra Selatan./Bloomberg-Dadang Tri