Logo Bloomberg Technoz

BEI Pertanyakan MSCI yang Persoalkan Penggunaan Bahasa

Cahya Puteri Abdi Rabbi
21 June 2026 15:00

Jeffrey Hendrik Direktur Utama Bursa Efek Indonesia. Sumber: Bloomberg Businessweek Indonesia
Jeffrey Hendrik Direktur Utama Bursa Efek Indonesia. Sumber: Bloomberg Businessweek Indonesia

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) mempertanyakan sikap MSCI yang mempersoalkan tidak adanya informasi emiten dalam bahasa inggris, sehingga menyulitkan investor global.

Sikap itu juga yang menjadi salah satu faktor MSCI membekukan rebalancing konstituen dari Indonesia hingga menurunkan atau downgrade transparansi bursa saham RI.

"Itu informasi yang mana, sedangkan sesuai dengan peraturan bursa, seluruh laporan keuangan itu sudah harus disampaikan dalam dua bahasa," ujar Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik, dikutip Minggu (21/6/2026).


Jeffrey akan meminta klarifikasi terkait poin tersebut, apakah ketersediaan informasi dalam bahasa inggris juga termasuk pihak lain di lingkungan pasar modal selain emiten.

Klarifikasi tersebut wajib dilakukan, karena menurut Jeffrey otoritas bursa saham sudah berupaya optimal meningkatkan transparansi bursa saham domestik selama beberapa bulan terakhir.