Logo Bloomberg Technoz

Saran Analis di Tengah Isu MSCI: IHSG Bullish

Muhammad Julian Fadli
19 June 2026 15:12

Karyawan dengan latar layar pergerakan saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (9/3/2023). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)
Karyawan dengan latar layar pergerakan saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (9/3/2023). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tengah diselimuti sentimen MSCI Global Market Accessibility Review 2026, yang tetap mempertahankan status Indonesia di Emerging Markets kendati menurunkan rating transparansi (information flow) pasar Indonesia. Biarpun demikian, banyak analis tetap menegaskan rekomendasi bullish.

Lembaga penyedia indeks global tersebut menyoroti sejumlah persoalan, mulai dari terbatasnya transparansi struktur kepemilikan saham, minimnya ketersediaan informasi perusahaan dalam bahasa Inggris, kualitas free float, hingga adanya indikasi perilaku perdagangan terkoordinasi yang dapat mengganggu proses pembentukan harga yang wajar.

Mengutip paparan Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata, laporan tersebut sejatinya tidak menciptakan kekhawatiran baru, melainkan memperkuat sejumlah isu yang selama ini telah berkembang di kalangan investor global.


Paparan Stockbit Research Team turut menyatakan kriteria pasar Indonesia masih salah satu yang terbaik di Emerging Markets Asia kendati aspek transparansi tetap disorot MSCI.

“Hanya China dan Malaysia yang secara umum lebih lengkap dibanding Indonesia,” mengutip riset Stockbit, Jumat (19/6/2026).