Logo Bloomberg Technoz

IHSG Dibayangi Keputusan The Fed, Mengekor Wall Street

Cahya Puteri Abdi Rabbi
30 July 2026 08:00

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (27/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (27/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Sebagian sekuritas memperkirakan indeks harga saham gabungan (IHSG) cenderung melemah pada perdagangan Kamis (30/7/2026). Keputusan The Fed mempertahankan suku bunga acuan 3,75% ikut mewarnai psikologi pasar belakangan. 

Senior Technical Analyst Mirae Asset Nafan Aji Gusta mengatakan keputusan The Fed tersebut bakal menjadi pertimbangan baru investor global dalam menentukan sikap di pasar emerging.

Adapun, keputusan The Fed  diwarnai perbedaan voting tiga anggota FOMC dari total 12 anggota hak suara, yang memilih kenaikan Fed Rate sebesar 25 bps, padahal perbedaan pandangan ini seharusnya jarang terjadi dalam voting FOMC.


“Dengan demikian, para pelaku investor menilai bahwa sikap The Fed menjadi lebih hawkish dan memperhitungkan bahwa kemungkinan suku bunga tetap tinggi lebih lama,” kata Nafan lewat catatannya, Kamis (30/7/2026).

Malahan, dia menambahakan, pasar mulai memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga sebesar 25 bps pada pertemuan September 2026 mendatang mulai terbuka lebar. Situasi itu, kata dia, mendorong investor global menjadi lebih prudent terhadap emerging market.