Logo Bloomberg Technoz

Pasca MSCI, RI Tetap Jadi Magnet Investasi Asia

Redaksi
19 June 2026 14:21

(Diolah dari Berbagai Sumber)
(Diolah dari Berbagai Sumber)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indonesia tetap menjadi salah satu destinasi investasi paling menarik di Emerging Asia meski mendapat sorotan dari MSCI terkait transparansi pasar dan aksesibilitas informasi. Menurut Global Chief Economist Juwai IQI, Shan Saeed, penilaian tersebut seharusnya dilihat sebagai momentum untuk memperkuat reformasi pasar modal, bukan sebagai ancaman terhadap prospek jangka panjang Indonesia.

Shan menilai fundamental ekonomi Indonesia tetap sangat kuat dan menjadikannya salah satu negara dengan prospek pertumbuhan paling menjanjikan di kawasan.

“Ekonomi besar tidak ditentukan oleh seberapa besar sorotan yang mereka hadapi, tetapi oleh kemampuan mereka mengubah sorotan tersebut menjadi reformasi, reformasi menjadi kepercayaan, dan kepercayaan menjadi pembentukan modal jangka panjang. Trajektori Indonesia menunjukkan bahwa negara ini sedang melakukan hal tersebut,” kata Shan.

Global Chief Economist Juwai IQI Malaysia, Shan Saeed (Dok. Ist)

Ia menyoroti pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,61% pada kuartal pertama 2026, menjadikan Indonesia sebagai salah satu ekonomi besar dengan pertumbuhan tercepat di kawasan ASEAN maupun G20. Pada saat banyak negara maju hanya mampu mencatatkan pertumbuhan di kisaran 1% hingga 2%, Indonesia tetap mampu mempertahankan ekspansi ekonomi di atas 5%.

Menurut Shan, kekuatan utama Indonesia berasal dari kombinasi konsumsi domestik yang solid, investasi yang terus mengalir, serta kebijakan makroekonomi yang kredibel. Konsumsi rumah tangga yang menyumbang lebih dari separuh produk domestik bruto tumbuh 5,52%, sementara realisasi investasi mencapai sekitar Rp498,8 triliun pada kuartal pertama 2026.