Logo Bloomberg Technoz

Kekhawatiran terhadap inflasi belum sepenuhnya mereda karena volume minyak dan gas alam cair (LNG) yang melewati jalur pelayaran vital itu kemungkinan membutuhkan waktu berbulan-bulan, bahkan lebih lama, untuk kembali normal, menurut para analis.

Grafik perkembangan harga emas. (Bloomberg)

Sementara itu, nada hawkish Ketua Federal Reserve yang baru, Kevin Warsh, terkait inflasi pada Rabu juga membebani harga emas pekan ini.

Para pelaku pasar kini mulai memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga, yang menjadi hambatan bagi emas karena aset tersebut tidak memberikan imbal hasil bunga.

Pembukaan kembali Selat Hormuz merupakan kabar positif bagi emas, tetapi dampak tersebut diimbangi oleh pengetatan kebijakan The Fed, kata Christopher Wong, analis strategi di Oversea-Chinese Banking Corp.

“Secara historis, emas cenderung berkinerja lebih buruk menjelang kenaikan suku bunga pertama,” ujarnya.

“Meski demikian, masih belum jelas apakah ini hanya kenaikan suku bunga sebagai langkah antisipatif atau awal dari siklus pengetatan yang lebih panjang. Jika bukan awal dari siklus baru, ada peluang besar emas akan kembali bersinar,” tambahnya.

Harga emas spot turun 1,3% menjadi US$4.155,71 per ons pada pukul 13.00 waktu New York. Perak turun 1,2% menjadi US$64,90 per ons, sementara platinum dan paladium juga melemah.

Indeks Bloomberg Dollar Spot relatif tidak berubah. Sebagian besar pasar keuangan AS tutup pada Jumat dalam rangka libur nasional Juneteenth.

(bbn)

No more pages