Logo Bloomberg Technoz

Keperkasaan mata uang Negeri Paman Sam sepertinya ditopang oleh ekspektasi terhadap arah kebijakan bank sentral Federal Reserve. Dalam pertemuan Komite Pengambil Kebijakan (Federal Open Market Committee/FOMC) kemarin, Gubernur Kevin Warsh dan kolega memang sepakat mempertahankan suku bunga acuan di 3,5-3,75%.

Namun dot plot terbaru menunjukkan bahwa para pejabat The Fed cenderung ke arah pengetatan kebijakan moneter. Terlihat dari mayoritas Anggota FOMC yang memperkirakan Federal Funds Rate sepertinya akan naik tahun ini, bisa sekali atau dua kali.

Sumber: Bloomberg

Sinyal dari The Fed mendorong penguatan dolar AS. Kini mata uang Negeri Adikuasa kembali ke level sebelum perang AS-Iran, dan kembali menyandang status sebagai aset aman (safe haven asset).

“Posisi The Fed yang hawkish berpotensi membuat dolar AS lepas dari rem,” tegas Lee Hardman, Strategist di MUFG Bank Ltd, seperti diberitakan Bloomberg News. 

“Hasil rapat The Fed jelas hawkish, sehingga jelas positif bagi dolar AS,” tambah Alex Cohen, FX Strategist di Bank of America Corp, juga dinukil dari Bloomberg News.

(aji)

No more pages