Logo Bloomberg Technoz

4 Otoritas Keuangan Kompak Proyeksi Ekonomi Q2-2026 Tumbuh 5,4%

Mis Fransiska Dewi
03 August 2026 18:14

Anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) dalam Press Conference Hasil Rapat KSSK, Senin (3/8/2026) (Bloomberg Technoz/ Mis Fransiska)
Anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) dalam Press Conference Hasil Rapat KSSK, Senin (3/8/2026) (Bloomberg Technoz/ Mis Fransiska)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Empat lembaga otoritas keuangan yang tergabung dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) kompak memperkirakan kinerja ekonomi Indonesia pada kuartal II-2026 akan tumbuh di kisaran 5,4%, atau lebih rendah dari target pemerintah yang berada di kisaran 5,6%-6% sepanjang tahun ini. 

Keempat regulator keuangan yang dimaksud yakni, Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Dalam hasil rapat KSSK dipaparkan, ekonomi Indonesia pada kuartal II-2026 diperkirakan tetap tumbuh kuat, di tengah tantangan ekonomi global. 


"Kami lihat prediksi semua empat lembaga KSSK kelihatannya di bawah 5,6% untuk kuartal II-2026, tapi kemungkinan tidak jauh dari 5,4%. Jadi melambat tapi tidak parah-parah amat," ujar Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam Konferensi Pers hasil rapat koordinasi KSSK, Senin (3/8/2026).

Bendahara Negara memaparkan pertumbuhan ekonomi kuartal II agak melambat karena momentumnya merupakan periode puncak ketidakpastian ekonomi, diiringi kenaikan harga minyak yang tinggi, dan situasi konflik geopolitik yang tidak jelas.