“Untuk itu, pemerintah perlu mendorong peningkatan investasi migas pada level upstream. Menambah kapasitas produksi dari sumur sumur lama, namun juga meningkatkan produksi dengan sumur sumur migas baru,” kata Said dalam rapat bersama pemerintah, Rabu (17/6/2026).
Selain lifting migas, Panja juga menyepakati sejumlah asumsi makro lainnya, yakni pertumbuhan ekonomi yang dipatok pada kisaran 5,8% hingga 6,5%.
"Panja memandang penting proyeksi pertumbuhan ekonomi yang lebih optimis disertai dengan upaya dan kebijakan transformasi struktural ekonomi Indonesia sebagai fondasi penting pertumbuhan ekonomi lebih tinggi sebagaimana yang dicita-citakan oleh Presiden Prabowo Subianto," ujarnya.
Untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi tersebut, Banggar dan pemerintah menyepakati asumsi makro 2027 berupa inflasi 1,5%-3,5%, nilai tukar rupiah Rp16.800-Rp17.500 per dolar AS, tingkat suku bunga SBN tenor 10 tahun sebesar 6,5%-7,3%, serta harga minyak mentah Indonesia (ICP) pada kisaran US$ 70-US$ 95 per barel.
(mfd/ell)





























