Logo Bloomberg Technoz

Hal ini guna memastikan performa mesin kendaraan tetap terjaga dengan tingginya kadar campuran nabati.

Realisasi program biodiesel pada 2025./dok. ESDM

Eniya menegaskan spesifikasi teknis untuk B50 dipastikan akan mengalami perubahan signfikan dan menjadi lebih ketat dibandingkan dengan program B35 atau B40 yang berjalan sebelumnya.

Standar ketat ini berlaku mulai dari hulu, yakni pada kualitas B100 (biodiesel murni) sebelum dicampur menjadi B50.

"Jadi kan spek dari B100 untuk dicampur ke B50 itu ditetapkan. Iya berubah, kan lebih ketat," pungkas Eniya.

Sebelumnya, Kementerian ESDM mengumumkan alokasi biodiesel yang ditetapkan untuk tahun ini naik 12,5% menjadi 17,6 juta kiloliter (kl) dari alokasi awal sebesar 15,64 juta kl, sebab program B50 bakal diterapkan 1 Juli 2026.

“Untuk sektor biodiesel ini nanti per Juli, per 1 Juli akan bertambah menjadi 50%. Di sini kita memprediksi total awal untuk serapan dari B40 sampai dengan Desember, tadinya kita terbitkan 15,646.372 kl, dan ini proyeksi untuk total alokasi sampai dengan Desember nanti sedikit naik, jadi menjadi 17.602.168 kl,” kata Eniya dalam RDP di Komisi XII, Kamis (4/6/2026).

Eniya menjelaskan hingga April 2026, dari total alokasi awal sebesar 15.643.362 kl sudah terealisasi sebesar 29,51% atau sebesar 4.617.467 kl.

Dari besaran itu, 2.383.678 kl terealisasi untuk sektor public service obligation (PSO) dan 2.33.789 kl terealisasi untuk sektor non-PSO.

“Dan alokasi PSO dan non-PSO akan seperti yang sudah dilakukan sebelumnya, disalurkan insentif untuk yang sektor PSO saja."

Dalam kesempatan itu, dia juga memproyeksi program B50 bakal menghemat devisa Rp157,28 triliun. Lalu, meningkatkan nilai tambah CPO hingga Rp24,68 triliun.

Kemudian, berpotensi menyerap tenaga kerja hingga 2,2 juta orang dan ditargetkan menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar 46,72 juta ton CO2.

“Dan untuk proyeksi hingga Desember 2026 dengan adanya penambahan 50% ini, maka penghematan devisa yang bisa dilakukan mencapai Rp157,28 triliun,” klaim Eniya.

Eniya, dalam kesempatan sebelumnya, mengungkapkan road test atau uji coba B50 telah selesai pada akhir Mei lalu. Adapun, uji jalan telah dilakukan sejauh 50 ribu kilometer (km), yang diterapkan pada berbagai mesin dan komponen kendaraan jarak jauh.

“[Road test] 50.000 km selesai minggu ini ya. [Tes] di kapal sudah selesai, [mesin] tambang selesai, otomotif, Alsintan [alat dan mesin pertanian] selesai,” ungkap Eniyati di sela-sela IPA Convex 2026 di ICE BSD, Kamis (21/5/2026).

“[Tes] yang belum selesai adalah kereta sama genset. Genset itu nanti sampai Oktober,” tambahnya. 

Eniya menambahkan, meski terdapat dua sektor lagi yang belum menyelesaikan 100% uji coba, hal ini tidak mengubah target mandatori B50 pada semester kedua tahun ini atau tepatnya mulai 1 Juli 2026.

“Iya, per satu Juli. Gini, walaupun dua [sektor] itu tertinggal, tetapi kan mostly hasil uji sampai 50.000 km itu melampaui spesifikasi yang ada. Maksudnya gini, kalau dipasang filter, 10.000 km sudah harus ganti, ternyata dia sampai 30.000 km enggak ganti [filter], dan ini bagus,” jelasnya.

(smr/wdh)

No more pages