Logo Bloomberg Technoz

Harga Naik, 1 dari 5 Pengguna Pertamax Diramal Geser ke Pertalite

Sabrina Mulia Rhamadanty
15 June 2026 10:00

Seorang pekerja mengisi bahan bakar sepeda motor di SPBU PT Pertamina di Bengkulu, Indonesia./Bloomberg-Muhammad Fadli
Seorang pekerja mengisi bahan bakar sepeda motor di SPBU PT Pertamina di Bengkulu, Indonesia./Bloomberg-Muhammad Fadli

Bloomberg Technoz, Jakarta – Pakar energi dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Yayan Satyakti memperkirakan sekitar 16%—23% konsumen bensin nonsubsidi RON 92 akan bermigrasi menggunakan Pertalite, menyusul kenaikan harga Pertamax secara drastis sejak 10 Juni 2026.

“Berdasarkan pengalaman, saat kenaikan [harga Pertamax] pada 2022, ada potensi migrasi 16%—23% dari pembeli Pertamax ke Pertalite jika MyPertamina ditegakkan ketat,” ujarnya saat dihubungi, Senin (15/6/2026).

Kira-kira satu dari lima pembeli Pertamax—bahkan bisa satu dari empat jika aturan pembelian tidak ditegakkan — akan pindah ke Pertalite bersubsidi.

Pakar energi dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Yayan Satyakti

Sebagai catatan, Yayan menyebut persentase migrasi konsumen ke Pertalite antara 16%—23% ini dapat terjadi jika sistem digital seperti pengawasan data pengguna melalui MyPertamina ditegakkan dengan ketat.


Namun, jika pengawasan di lapangan lemah, angka kebocoran atau migrasi ini bisa melonjak hingga mencapai 20%—26%.

“Kira-kira satu dari lima pembeli Pertamax—bahkan bisa satu dari empat jika aturan pembelian tidak ditegakkan — akan pindah ke Pertalite bersubsidi," tambahnya.