Logo Bloomberg Technoz

Menakar Ketahanan Kuota Pertalite 2026 Usai Harga Pertamax Naik

Sabrina Mulia Rhamadanty
15 June 2026 09:40

Pelanggan mengantre di sebuah SPBU PT Pertamina di Silaut, Sumatera Barat, Indonesia./Bloomberg-Muhammad Fadli
Pelanggan mengantre di sebuah SPBU PT Pertamina di Silaut, Sumatera Barat, Indonesia./Bloomberg-Muhammad Fadli

Bloomberg Technoz, Jakarta – Kuota Jenis Bahan Bakar Khusus Penugasan (JBKP) Pertalite tahun ini diproyeksi lebih cepat habis, menyusul keputusan pemerintah untuk menaikkan harga bensin nonsubsidi RON 92 Pertamax secara drastis.

Ekonom sekaligus kepala pusat makroekonomi Institute for Development of Economics and Finance (Indef) M. Rizal Taufikurahman mengatakan bensin bersubsidi RON 90 Pertamina itu dialokasikan sebanyak 29,27 kiloliter (kl) pada 2026.

“Kemungkinan besar ya kenaikan harga Pertamax ini pasti meningkatkan peralihan konsumsi ke Pertalite. Risikonya adalah bahwa kuota Pertalite—ketika masyarakat berbondong-bondong beralih — akan lebih cepat habis sebelum target [alokasi] itu,” ungkap Rizal saat dihubungi, Senin (15/6/2026). 

Suasana SPBU Pertamina di Jakarta, Rabu (10/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Rizal menjelaskan kenaikan harga Pertamax sebesar 32% dari Rp12.300/liter menjadi Rp16.250/liter akan sangat sensitif bagi kelompok masyarakat kelas menengah.

"Kondisi ini menciptakan selisih harga [Pertamax] yang makin lebar dengan Pertalite. Akibatnya, intensi masyarakat untuk beralih menjadi sangat besar," ujar Rizal.