Logo Bloomberg Technoz

Data Vortexa menunjukkan tidak ada minyak Iran yang melintasi jalur tersebut selama periode itu.

Jalur pelayaran Selat Hormuz. (Bloomberg)

Selat Hormuz menjadi pusat perhatian dalam konflik sejak serangan AS dan Israel dimulai pada akhir Februari, yang mendorong Iran mengambil kendali atas koridor tersebut.

Namun, cengkeraman Iran mulai melemah seiring meningkatnya pelayaran "gelap" (dark transits)—kapal yang beroperasi tanpa sinyal pelacakan—meskipun volume arus minyak masih jauh di bawah tingkat sebelum perang yang mencapai sekitar 20 juta barel minyak mentah dan produk turunannya per hari.

“Melintasi selat tanpa sinyal AIS kini telah menjadi norma baru,” kata Xavier Tang, analis pasar senior di Vortexa, merujuk pada transponder yang digunakan kapal untuk mengirimkan informasi lokasi dan identitas selama pelayaran.

Pasar mulai mengantisipasi peningkatan arus minyak tersebut. Ketika Otoritas Selat Teluk Persia Teheran mengumumkan penutupan jalur perairan itu pada Kamis, kontrak berjangka Brent nyaris tidak berubah.

Respons tersebut sangat berbeda dibandingkan awal konflik, ketika harga minyak melonjak 13% setelah penutupan pertama Selat Hormuz oleh Iran.

Hal itu mungkin sebagian mencerminkan apa yang disebut Presiden Donald Trump sebagai proyek rahasia yang membantu sekitar 100 juta barel minyak melewati Hormuz sejak bulan lalu.

Jika angka tersebut akurat, volumenya setara dengan sedikitnya 2,4 juta barel per hari sejak awal Mei.

Besarnya volume minyak Teluk yang berhasil keluar, ditambah anjloknya impor minyak mentah China dan pelepasan cadangan darurat, telah menekan harga kontrak berjangka minyak turun hampir sepertiga dari puncaknya saat konflik memanas.

Sejauh ini, eskalasi kembali permusuhan antara AS dan Iran belum menyeret aset energi regional ke dalam konflik secara langsung.

Namun, para pelaku pasar akan mencermati apakah kapal-kapal masih dapat terus keluar dari kawasan tersebut setelah pernyataan terbaru Iran mengenai penutupan Selat Hormuz.

AS juga meningkatkan serangannya terhadap kapal-kapal yang dituduh berupaya memasuki pelabuhan Iran, sehingga semakin menghambat ekspor minyak Teheran.

Pekan ini, Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan telah melumpuhkan dua kapal di Teluk Oman karena mencoba melanggar blokade yang berlaku sejak pertengahan April, sementara sebuah kapal ketiga mengalami kebakaran di ruang mesinnya pada Kamis.

(bbn)

No more pages