Sebelumnya, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin sempat mengungkap alasan pemerintah harus membangun 750 Batalyon Infranteri Teritorial di 518 kabupaten dan kota di Indonesia. Setiap tahun, targetnya akan ada 150 batalyon teritorial yang selesai dibangun.
Menurut dia, angka kriminalitas meningkat tajam di wilayah yang tak ada pasukan TNI. Dia pun menyinggung sejumlah kasus pidana, termasuk maraknya aksi begal atau kekerasan terhadap pengendara bermotor di wilayah-wilayah kabupaten.
Batalyon Teritorial, kata dia, membangun kembali sistem keamanan lingkungan untuk menekan angka pelanggaran aturan dan kriminalitas. "Tapi setelah kita berada di situ, membuat pangkalan, begal dan kriminal di situ menjadi hilang di atas 50%," ujar Sjafrie.
(dov/frg)






























