Kata KSAD Soal Penggusuran Sekolah untuk Koperasi Desa di NTT
Dovana Hasiana
11 June 2026 17:10

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kepala Staf Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak mengklaim belum mendapat informasi tentang kabar personel Bintara Pembina Desa (Babinsa) menggusur bangunan sekolah di Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk dijadikan Koperasi Desa Merah Putih.
Dia mengatakan sejauh ini belum menerima laporan dari anak buahnya mengenai kabar tersebut. Meski demikian, dia menilai tidak mungkin ada personel Babinsa yang melakukan hal tersebut. Menurutnya, aksi membubarkan sekolah yang terdaftar di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat bisa mendapatkan tuntutan hukum.
“Kayaknya enggak mungkin se-ekstrem itu. Masa ada sekolah ditiadakan seperti itu. Jadi memang hal-hal seperti ini harus detail satu-satu kita klarifikasi ya. Namun menurut saya, enggak normal kalau ada orang membubarkan sekolah, sedangkan sekolahnya kan pasti sudah terdaftar,” ujar Maruli kepada awak media, Rabu (10/06/2026).
“Enggak ada [laporan], cuma sibuk di media aja kadang-kadang begini-begini. Namun realistisnya, kan enggak mungkin ada sekolah yang sudah terdaftar terus ditiadakan. Wah, ini bisa kena tuntutan hukum dia. Nanti saya coba cek.”
Belakangan, ramai diperbincangkan di media sosial mengenai dugaan penggusuran sekolah. Kejadian ini berlangsung di Sekolah Dasar Negeri Wolomoni di Desa Niawula, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu, 6 Juni 2026.


























