Menurut BI, kontraksi penjualan ritel secara bulanan tersebut disebabkan oleh normalisasi permintaan masyarakat setelah periode Ramadan dan Idul Fitri 1447 H. Tahun ini, Ramadan dan Idul Fitri jatuh pada Maret.
Sedangkan untuk periode Mei, BI memperkirakan IPR berada di 225. Masih turun 0,9% yoy, tetapi membaik dibandingkan April.
"Ditopang terutama oleh peningkatan penjualan secara tahunan pada Kelompok Suku Cadang dan Aksesori, Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya, dan Barang Lainnya," demikian laporan BI.
Secara bulanan, penjualan eceran pada Mei 2026 diperkirakan juga terkontraksi 0,9% mtm. Membaik dibandingkan penurunan April, karena permintaan masyarakat pada periode libur Kenaikan Yesus Kristus, Idul Adha, dan Waisak.
Dari sisi harga, tekanan inflasi tiga bulan yang akan datang yaitu Juli 2026, diperkirakan relatif stabil. Sementara pada enam bulan yang akan datang, yaitu Oktober 2026, diperkirakan meningkat.
Hal ini tecermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Juli sebesar 175,8, relatif stabil dibandingkan IEH pada Juni sebesar 175,6. Sementara itu, IEH Oktober diprakirakan sebesar 167,6, lebih tinggi dibandingkan IEH September sebesar 163,2 didorong oleh kenaikan harga bahan baku.
(aji)




























