Logo Bloomberg Technoz

Menurut dia, kondisi pasar saat ini perlu dilihat sebagai momentum untuk mengkaji langkah-langkah yang dapat dilakukan investor domestik terhadap saham-saham tersebut.

Pertemuan itu turut dihadiri sejumlah bos perusahaan negara seperti Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) Hery Gunardi, Direktur Utama PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) Putrama Wahju Setyawan, Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) Riduan, Direktur Utama Taspen Rony Hanityo Aprianto, dan Direktur Utama INA Oki Ramadhana.

Dia juga menyebut pertemuan itu menjadi forum untuk menyamakan pandangan antara pemangku kepentingan, termasuk perbankan BUMN, dana pensiun, badan pengelola investasi dan perusahaan asuransi, terkait kondisi pasar dan peluang investasi yang ada.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Himbara, Putrama Wahju Setyawan menegaskan fundamental bank-bank BUMN masih terjaga.

Putrama menyebut pertumbuhan kredit saat ini berada di kisaran 20%, sementara dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 20%-30%.

Selain itu, rasio kredit bermasalah (NPL) rata-rata masih berada di bawah 2%, dengan likuiditas yang tetap terjaga dan loan to deposit ratio (LDR) di kisaran 88%-90%.

"Kami melaporkan kepada pimpinan DPR mengenai kinerja emiten Himbara. Dapat kami sampaikan bahwa secara fundamental kinerja Himbara sangat bagus dan saat ini kinerja terbaiknya," kata Putrama.

Setali tiga uang, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan fundamental ekonomi Indonesia, khususnya dari sisi perbankan, masih kuat.

"Fundamental ekonomi kita dari sisi perbankan sangat kuat. Pelaku pasar terus berkoordinasi, berdiskusi dan bekerja keras untuk bisa mengatasi permasalahan ekonomi sebagaimana kita harapkan bersama-sama," ujarnya.

Pembahasan mengenai buyback saham BUMN juga tidak terlepas dari peran investor institusi domestik yang belakangan makin besar di pasar keuangan.

Salah satunya adalah Danantara yang mulai menempatkan sebagian dananya pada instrumen pasar keuangan domestik.

Chief Investment Officer Danantara, Pandu Sjahrir, sebelumnya menyatakan lembaga tersebut telah berinvestasi pada saham dan obligasi pemerintah sebagai bagian dari strategi pengelolaan dana investasi.

Kehadiran Danantara di pasar modal sebelumnya juga sempat dikaitkan dengan upaya memperkuat partisipasi investor domestik.

Sejumlah kalangan bahkan mengusulkan agar lembaga tersebut dapat berperan sebagai investor jangka panjang yang masuk ketika valuasi saham dinilai menarik.

(cpa/naw)

No more pages