Logo Bloomberg Technoz

Janji dari kedua pihak hadir usai Trump berbicara dengan Netanyahu melalui telepon pada Senin. Salah satu pejabat Gedung Putih mengonfirmasi aksi tersebut tanpa memberikan rincian percakapan. Netanyahu mengatakan ia menyampaikan kepada Trump bahwa Israel memiliki hak untuk membela diri.

Netanyahu juga menolak ancaman Teheran bahwa setiap tindakan permusuhan Israel lebih lanjut terhadap Hizbullah di Lebanon akan memicu serangan baru dari Iran.

Dinamika ini menegaskan bagaimana Trump berusaha menghindari eskalasi kekerasan lebih lanjut. Trump sebelumnya berulang kali menyatakan bahwa pembicaraan untuk mengakhiri perang telah memasuki tahap akhir.

Dalam sebuah unggahan di medsos sebelumnya, Trump mengatakan bahwa pembicaraan akhir mengenai gencatan senjata “sedang berlangsung, asalkan tidak terhalang oleh ketidaktahuan atau kebodohan.” 

Menyoroti sifat penarikan pasukan yang rapuh, Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan dalam sebuah postingan bahwa negaranya tidak meninggalkan medan tempur maupun meja perundingan.

Harga minyak naik sekitar 1% pada Senin, dengan minyak Brent ditutup mendekati US$94 per barel. Kenaikan terbatas setelah muncul tanda-tanda bahwa Iran dan Israel akan menghentikan serangan mereka. 

Perhatian tetap tertuju pada apakah aliran energi akan kembali secara signifikan melalui Selat Hormuz. Sejumlah kecil kapal komersial kembali berlayar di perairan tersebut selama akhir pekan, meskipun risiko keamanan yang terus berlanjut membuat beberapa kapal berlayar dengan pemancar digital dimatikan.

Iran dan Israel saling menembak akhir pekan lalu. Israel klaim mencegat rentetan serangan Iran sambil menyerang target-target di Teheran dan perusahaan petrokimia Karun di Mahshahr pada hari Senin. Teheran memperingatkan akan menargetkan semua fasilitas minyak dan gas yang terkait dengan Israel, AS, dan sekutu mereka di kawasan itu jika serangan terhadap infrastruktur energinya sendiri terus berlanjut, dilaporkan Fars.

Iran menyerang setelah aksi Israel terhadap Beirut, yang menandai contoh di mana Teheran turun tangan membela Hizbullah. 

Pertempuran tersebut menjadi persoalan mendasar bagi gencatan senjata yang mulai berlaku pada 8 April. Konflik tersebut telah menewaskan ribuan orang di kawasan Timur Tengah, mengganggu aliran energi global, dan memicu lonjakan harga minyak yang memicu kekhawatiran akan melonjaknya inflasi global.

Gelombang kekerasan terbaru meletus meskipun Trump memperingatkan pada Minggu bahwa eskalasi baru dapat menggagalkan upaya untuk mencapai gencatan senjata baru selama 60 hari antara Washington dan Teheran. Hal itu akan membuka jalan bagi negosiasi mengenai kesepakatan yang lebih luas yang bertujuan mengakhiri konflik secara permanen.

Israel berkeras bahwa kesepakatan AS-Iran apa pun tidak akan mencakup konfliknya dengan Hizbullah. Iran berusaha mempertahankan Hizbullah di bawah payung keamanannya, sementara Trump memprioritaskan tercapainya kesepakatan.

Secara terpisah, Trump mengatakan kepada Financial Times bahwa mitranya dari Israel harus menerima kesepakatan apa pun yang dicapai AS dengan Iran. “Saya yang menentukan segalanya,” kata Trump, menurut laporan tersebut, sambil menambahkan bahwa Netanyahu “tidak menentukan apa-apa.”

Menandai potensi eskalasi baru, kelompok Houthi yang didukung Iran menyatakan bahwa mereka telah melancarkan serangan rudal ke Israel dari Yaman dan akan memberlakukan “larangan total dan mutlak terhadap navigasi maritim bagi musuh Israel di Laut Merah,” menurut pernyataan di saluran Telegram mereka.

(bbn)

No more pages