Logo Bloomberg Technoz

Tercatat masih ada penguatan 78 saham, dan 661 saham melemah. Sisanya 78 saham stagnan.

Keseluruhan saham mencatat pelemahan. Paling dalam adalah saham–saham perindustrian, saham infrastruktur, dan saham transportasi dengan terpeleset mencapai 6,38%, 6,28%, dan 5,57%.

IHSG dan Bursa Saham Asia tersengat sentimen perundingan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang dilaporkan hampir tidak menunjukkan kemajuan berarti untuk mencapai kesepakatan damai sementara. 

IHSG Penutupan Sesi II pada Senin 8 Juni 2026 (Bloomberg)

Seperti yang dilaporkan Bloomberg News, kebuntuan ini terjadi tepat 100 hari setelah perang yang diinisiasi oleh AS dan Israel meletus, di tengah rentetan serangan baru yang terus memanas hingga menekan kesepakatan gencatan senjata yang rapuh.

Proses negosiasi antara Washington dan Teheran mandek akibat konflik paralel yang masih membara antara Israel dan milisi Hizbullah pro-Iran di Lebanon.

Terlebih lagi tekanan pasar diperparah oleh rilis data tenaga kerja AS yang solid, yang memicu ekspektasi Bank Sentral AS (Federal Reserve/The Fed) bakal mengerek suku bunga acuan.

Analis Phillip Sekuritas Indonesia memaparkan, situasi ini diperparah oleh keengganan investor mengambil risiko (risk—off) di tengah meningkatnya ekspektasi Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga untuk jangka waktu yang lebih lama pasca rilis data pasar tenaga kerja (Nonfarm Payrolls) AS yang keluar jauh lebih baik dari estimasi pasar.

Perhatian pasar global tertuju pada pertemuan para penentu kebijakan The Fed pada 16-17 Juni mendatang, yang akan dipimpin oleh Gubernur The Fed yang baru, Kevin Warsh.

Pasar Kontrak Swap suku bunga menunjukkan para pelaku pasar memprediksi adanya kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin pada pertemuan kebijakan bulan Desember, dengan probabilitas perpindahan instrumen mencapai 60% pada bulan Oktober mendatang.

IHSG ditutup melemah di level 5.342 pada perdagangan Senin, melansir Phintraco Sekuritas. Semua sektor melemah dengan pelemahan terbesar pada saham sektor industri. 

“Di tengah sentimen negatif internal akibat hilangnya kepercayaan investor, sentimen negatif juga berasal dari eksternal. Iran dan Israel saling melakukan serangan, sehingga mengancam gencatan senjata yang rapuh,” jelas Phintraco dalam catatan terbarunya, Senin.

Dampak langsungnya, harga minyak mentah naik lebih dari 4% sehingga meningkatkan risiko akan potensi kenaikan inflasi yang berlanjut serta potensi pelebaran defisit APBN 2026, hingga menyeret rupiah yang berlanjut ditutup melemah 0,88% di posisi Rp18.178/US$ pada Senin. 

“IHSG ditutup di bawah level MA–200 monthly, sehingga potensi penurunan IHSG lebih lanjut masih berpeluang terbuka secara teknikal.”

(fad)

No more pages