Logo Bloomberg Technoz

Saham-saham kesehatan, infrastruktur, dan konsumen non-primer menjadi pemberat IHSG dengan melemah 6,01%, 4,71% dan 3,98%.

Cadangan Devisa RI Terendah dalam Hampir 2 Tahun

Bank Indonesia (BI) melaporkan data cadangan devisa per Mei 2026. Cadangan devisa kembali turun, hingga menyentuh level terendah dalam hampir dua tahun.

BI mengumumkan cadangan devisa Indonesia untuk posisi Mei ada di US$144,9 miliar. Turun US$1,3 miliar dibanding bulan sebelumnya.

Sepanjang tahun ini, cadangan devisa terus menyusut setiap bulannya. Sampai dengan akhir bulan lalu, cadangan devisa Tanah Air sudah mencapai titik terendah sejak Juni 2024 atau nyaris dalam dua tahun.

Stabilisasi nilai tukar rupiah Bank Indonesia sebagai respons terhadap tingginya ketidakpastian pasar keuangan global, turut memengaruhi laju cadangan devisa per Mei.

Posisi Cadangan Devisa Sepanjang Tahun 2026 (Bloomberg)

“Perkembangan cadangan devisa Mei 2026 ini dipengaruhi penerbitan global bond pemerintah serta penerimaan pajak dan jasa, di tengah pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah Bank Indonesia sebagai respons terhadap tingginya ketidakpastian pasar keuangan global dan permintaan valuta asing musiman dari domestik,” sebut laporan BI.

Secara keseluruhan, posisi cadangan devisa pada Mei setara dengan pembiayaan 5,6 bulan impor atau 5,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Ini berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.

“Ke depan, Bank Indonesia meyakini ketahanan sektor eksternal tetap baik didukung oleh posisi cadangan devisa yang memadai serta aliran masuk modal asing sejalan dengan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang tetap menarik. Bank Indonesia terus meningkatkan sinergi dengan pemerintah dalam memperkuat ketahanan eksternal guna menjaga stabilitas perekonomian untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” imbuh laporan BI.

Tekanan tambahan datang dari pelemahan nilai tukar rupiah yang terus berlanjut. Kini, rupiah sudah nyaris menyentuh level Rp18.200/US$.

“Kondisi ini terjadi di tengah meningkatnya ketidakpastian terhadap arah kebijakan ekonomi dalam negeri, sehingga turut memperdalam pelemahan IHSG,” terang Panin Sekuritas dalam catatannya.

(fad/aji)

No more pages