Mencermati analisis saham pada perdagangan hari ini, Senin (8/6/2026), mengutip BRI Danareksa Sekuritas, pelemahan pasar dipengaruhi meningkatnya kekhawatiran investor terhadap tekanan nilai tukar rupiah, implikasi revisi UU PPSK terhadap persepsi independensi regulator keuangan, serta perkembangan penilaian peringkat kredit Indonesia.
Secara teknikal, IHSG masih berada dalam tren bearish dengan potensi volatilitas yang tinggi.
“Area 5.555–5.480 menjadi support krusial,” papar BRI Danareksa.
Sementara itu, 5.700–5.800 menjadi resistance terdekat. Pelaku pasar akan mencermati rilis data cadangan devisa dan pergerakan rupiah sebagai katalis utama arah pasar selanjutnya.
Saham–saham pilihan BRI Danareksa Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah DAAZ, dan PSAB.
Jadi perhatian pasar, menyitir Phintraco Sekuritas, Bursa Wall Street melemah signifikan pada perdagangan sebelumnya, Jumat (5/6/2026), data Nonfarm Payrolls yang lebih baik dari estimasi mendorong kenaikan yield obligasi, menambah faktor negatif.
Data Nonfarm Payrolls mencapai 172 ribu di Mei 2026, di atas estimasi 80 ribu, akibat tenaga kerja AS yang masih kuat meningkatkan ekspektasi Bank Sentral AS (The Fed) akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama di tengah kenaikan inflasi akibat kenaikan harga minyak.
“Pada pekan ini pergerakan IHSG diperkirakan masih akan fluktuatif dengan kisaran support pada 5.400–5.500 dan resistance pada 5.700–5.800,” papar Phintraco.
Hal yang dapat berpengaruh terhadap pergerakan IHSG diantaranya pelemahan rupiah, spekulasi adanya RDG darurat, rumor pergantian Menteri Keuangan dan Gubernur BI, kekhawatiran penurunan rating oleh S&P, kecemasan penurunan ke Frontier Market oleh MSCI, serta beberapa kebijakan pemerintah yang direspon negatif oleh pasar.
Sedang, saham-saham pilihan Phintraco Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah EMAS, MDKA, ARCI, INCO, dan PSAB.
Kemudian CGS International Sekuritas Indonesia memaparkan, terkoreksinya Bursa Wall Street dan melemahnya harga mayoritas komoditas diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar.
Sementara itu berlanjutnya aksi jual investor asing dalam jumlah yang cukup besar berpeluang menjadi tambahan sentimen negatif.
“IHSG diprediksi akan melanjutkan pelemahannya dengan kisaran support 5.450–5.305 dan resistance 5.740–5.885,” terang CGS International Sekuritas.
Saham–saham pilihan versi CGS meliputi saham TINS, PSAB, ADMR, CMRY, UNVR, dan MAPI.
Panin Sekuritas memproyeksikan IHSG berpotensi melemah, disebabkan tensi geopolitik global yang kembali meningkat, kenaikan harga minyak, tren pelemahan rupiah, melemahnya harga komoditas, serta ketidakpastian kebijakan ekonomi dalam negeri.
“Untuk hari ini kami memperkirakan IHSG akan melemah,” mengutip riset harian Panin Sekuritas.
Saham-saham pilihan Panin Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah PSAB, MBMA, dan ARCI.
(fad)

























