Logo Bloomberg Technoz

Dari eksternal, tekanan datang dari pelemahan signifikan indeks saham Wall Street pada Jumat (5/6) yang dipicu aksi jual saham sektor teknologi dan semikonduktor. Sentimen tersebut muncul setelah data nonfarm payrolls Amerika Serikat mencapai 172 ribu pada Mei 2026, jauh di atas ekspektasi pasar sebesar 80 ribu.

Pasar juga mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah setelah Iran mengancam akan menutup Selat Bab el-Mandeb apabila eskalasi konflik meningkat. Kondisi tersebut berpotensi memicu kenaikan harga energi dan tekanan inflasi global.

Sementara itu, analis Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova menilai, tekanan pada IHSG masih cukup kuat setelah indeks ditutup di bawah level 5.673 pada perdagangan sebelumnya.

"IHSG semestinya dapat mencapai target ideal wave iii di level 5.314, karena penutupan hari Jumat berada di bawah 5.673," tulis Ivan dalam risetnya.

Menurut Ivan, proyeksi pelemahan tersebut semakin kuat setelah IHSG menembus level terendah dari pola candlestick hammer yang terbentuk pada Kamis (4/6/2026) lalu. Secara teknikal, level support IHSG berada di area 5.673, 5.439, dan 5.052. Adapun level resisten berada di 5.964, 6.264, 6.459, dan 6.587.

(wep)

No more pages