Logo Bloomberg Technoz

Bendahara Negara menjelaskan realisasi kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) saat ini berada dalam kondisi yang baik. Selain itu, angka pertumbuhan ekonomi Indonesia terkini juga mumpuni, dengan aktivitas ekonomi yang bergeliat di mana-mana.

Kendati demikian, banyak persepsi yang muncul mengarah pada situasi yang buruk, bahkan ekonomi nasional dianggap akan hancur, sehingga masyarakat terpengaruh.

"Ketika persepsi dibilang kita mau hancur segala macam, sebagian orang terpengaruh. Itu yang akan kita hilangkan dengan kerja sama yang lebih erat dengan bank sentral," kata Purbaya.

Adapun, dugaan praktik penggunaan dolar AS dalam transaksi di dalam negeri terjadi ketika nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah.

Rupiah menutup perdagangan pekan ini Jumat (5/6/2026), dengan penguatan terbatas 0,07% di posisi Rp18.020/US$, setelah tadi pagi melemah 0,23% dalam sesi pembukaan perdagangan. 

Namun, rupiah yang belum mampu keluar dari zona Rp18.000/US$ menandakan adanya tekanan kuat yang masih membebani pergerakannya. 

Indeks dolar AS terhadap enam mata uang utama tergerus 0,16%, namun masih bertahan tinggi di level 99,25. Begitu juga dengan harga minyak mentah jenis Brent sudah sedikit jinak US$94,77 per barel, namun masih berada di atas asumsi makro Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) RI yang seharusnya US$70 per barel. 

Meski nilai tukar rupiah secara rata-rata berada di level Rp17.057/US$ sepanjang tahun ini, sedangkan angka nilai tukar rupiah dalam asumsi APBN Rp16.500/US$ namun pemerintah belum ada rencana merevisi nilai tersebut.

(azr/frg)

No more pages