Perkembangan ini menyoroti tantangan yang dihadapi para petugas penanganan wabah ketika krisis tersebut semakin berdimensi internasional, sementara upaya pengendalian di dalam Kongo masih rapuh. Para pejabat kesehatan kesulitan melacak kontak, membendung infeksi, dan membangun kepercayaan masyarakat, bahkan ketika negara-negara tetangga memperluas langkah kesiapsiagaan dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyelidiki penyebaran lintas batas yang terkait dengan seorang pelancong terinfeksi yang sempat mengunjungi Uni Emirat Arab (UEA) dan Uganda.
“Wabah ini sudah memiliki keunggulan waktu yang besar dan kami masih tertinggal, tetapi di bawah kepemimpinan Pemerintah Republik Demokratik Kongo, kami mulai mengejar ketertinggalan itu,” kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus pada Rabu setelah kembali dari kunjungan ke pusat wabah. “Kunci untuk mengakhiri wabah ini bukanlah faktor biomedis. Kuncinya adalah kepemimpinan, kepemilikan, kemitraan, dan kepercayaan.”
Pelacakan Kontak
Kongo kini mencatat 363 kasus Ebola terkonfirmasi dan 62 kematian akibat varian Bundibugyo, menurut laporan Institut Kesehatan Masyarakat Nasional negara tersebut. Sebanyak 19 kasus baru terkonfirmasi dilaporkan pada 2 Juni.
Lebih dari 4.200 kontak saat ini sedang dipantau di tiga provinsi yang terdampak. Namun, kurang dari separuh di antaranya berhasil dijangkau oleh tim pengawas dalam 24 jam terakhir.
Tingkat pelacakan kontak sedikit membaik menjadi 46%, tetapi masih kurang dari setengah target 95%, menurut laporan tersebut. Lemahnya pelacakan kontak, serangan terhadap tim pemakaman, dan penolakan dari masyarakat tetap menjadi hambatan utama dalam mengendalikan wabah.
Kapasitas laboratorium menunjukkan hasil yang beragam. Seluruh 70 sampel yang dikumpulkan di Ituri telah dianalisis tanpa ada penumpukan pemeriksaan. Namun, 42 hasil tes di Kivu Utara masih tertunda akibat keterlambatan yang melebihi lima hari. Sekitar 27% sampel yang diuji di Ituri menunjukkan hasil positif Ebola.
Wabah ini juga telah melintasi perbatasan Kongo. Uganda telah mengonfirmasi 15 kasus, termasuk satu kematian, dan WHO pada Rabu mengatakan bahwa seorang pelancong asal Kongo yang terinfeksi sempat mengunjungi UEA sebelum melanjutkan perjalanan ke Uganda.
(bbn)



























