Logo Bloomberg Technoz

Ia menjelaskan bahwa kepemilikan lahan di area proyek cukup beragam, mulai dari kepemilikan masyarakat langsung hingga pihak perusahaan yang sebelumnya telah membeli lahan dari warga.

"Kalau yang dimiliki seluruh masyarakat kan enak satu angka. Kan kadang ada tanah masyarakat yang sudah dibeli perusahaan. Nah dulu belinya berapa, sekarang ganti ruginya berapa. Pasti ngambil sesuatu kan? Tapi jangan gede-gede-lah. Tunggu hasil Timdulah," ungkap Djoksis.

Untuk diketahui, Lapangan Abadi Masela atau disebut juga proyek LNG Abadi adalah salah satu proyek strategis nasional (PSN) sekaligus proyek hulu migas terbesar di Indonesia saat ini. 

Berlokasi di Laut Arafura, Provinsi Maluku, investasi proyek ini bernilai sekitar US$20 miliar atau setara Rp330 triliun.

Lapangan Abadi diklasifikasikan sebagai giant gas field (lapangan gas raksasa) karena memiliki area sebaran lebih dari 1.000 km persegi dengan total cadangan gas mencapai 10 Trillion Cubic Feet (TCF) hingga lebih dari 18 TCF.

Saat ini, proyek Blok Masela digarap oleh konsorsium yang terdiri dari tiga perusahaan migas raksasa, yaitu INPEX Corporation dari Jepang melalui anak usahanya, INPEX Masela Ltd yang memiliki saham sebesar 65% atau sebagai operator utama. 

Lalu, PT Pertamina Hulu Energi (PHE) memegang 20% saham, setelah mengakuisisi sebagian hak partisipasi (participating interest) yang sebelumnya dipegang oleh Shell, serta pihak ketiga Petronas Masela Sdn Bhd dari Malaysia yang memegang 15% saham.

(smr/ros)

No more pages