Logo Bloomberg Technoz

Pada lelang kemarin, biaya utang pemerintah tercatat naik. Seperti seri tenor pendek SPNS mengalami kenaikan sebanyak 45 hingga 55 basis poin menjadi 6,2% dan 6,4%, dari lelang sebelumnya hanya 5,75% dan 5,85%.

hasil lelang SBSN (sukuk) pada Selasa (2/6/2026). (DJPPR, Kementerian Keuangan)

Sedangkan pada tenor menengah juga tercatat naik 10 hingga 15 bps menjadi 6,69% dan 6,7% dari posisi sebelumnya hanya 6,54% dan 6,6%.

Sementara tenor panjang seperti seri PBS034 dan PBS038 juga naik meski tak sebesar tenor lainnya, sebesar 4 bps menjadi 6,85% dan 6,91%.

Kondisi ini mengindikasikan bahwa investor meminta kompensasi lebih tinggi dan membuat pemerintah harus membayar bunga utang lebih mahal.

Memang hal tersebut terjadi di tengah persepsi risiko Indonesia yang terus meningkat dalam dua pekan terakhir. 

Pada saat lelang berlangsung, rupiah tercatat melemah dan hampir menembus level Rp17.900/US$. Meski level itu baru tertembus hari ini, tetapi pelaku pasar tetap mewaspadai pergerakan rupiah yang cenderung melemah dan tak memiliki katalis untuk menguat.

Jika tekanan kenaikan yield ini berlangsung lebih lama, dan pemerintah memilih defensif dengan tidak memenangkan angka lebih besar, maka tekanan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara akan meningkat.

Sebab kebutuhan pembiayaan pemerintah harus tetap terpenuhi dengan tingkat bunga utang yang lebih mahal di tengah kebutuhan pembiyaan yang kian besar.

(dsp/aji)

No more pages