Logo Bloomberg Technoz

Ringgit Malaysia tercatat melemah 0,33%, disusul yuan offshore 0,03%, dan dolar Singapura 0,01%. Sebaliknya dolar Taiwan dan dolar Singapura menguat terbatas. 

Mata uang kawasan Asia (Bloomberg)

Dari dalam negeri, pergerakan rupiah hari ini masih akan dibayangi oleh data ekonomi yang telah dirilis kemarin. Sektor manufaktur Indonesia menunjukkan tanda-tanda awal stabilisasi pada Mei 2026. Indeks PMI manufaktur keluaran S&P Global naik menjadi 50 dari sebelumnya 49,1 pada April. 

Angka terbaru ini mengindikasikan bahwa aktivitas manufaktur kemungkinan masih akan mengalami fluktuasi. Potensi pemulihan kemungkinan akan terjadi secara bertahap setelah sempat melemah pada April lantaran ketidakpastian di Timur Tengah dan perlambatan aktivitas ekonomi setelah siklus Lebaran usai. 

Meski begitu, data PMI manufaktur ini memperlihatkan adanya pelebaran kesenjangan antara permintaan domestik dan permintaan eksternal. Pesanan ekspor mengalami kontraksi selama tiga bulan beruntun dan mencatat penurunan terdalam sejak Agustus 2021. 

"Pelemahan tersebut mencerminkan gangguan yang masih berlangsung pada arus perdagangan global akibat konflik yang dipicu oleh perang Iran," sebut laporan Samuel Sekuritas. 

Di sisi lain, Indonesia mencatatkan lonjakan inflasi menjadi 3,08% pada Mei. Inflasi periode Mei tak lagi hanya terjadi pada pangan, tetapi hampir seluruh kelompok pengeluaran mengalami kenaikan harga. Kelompok makanan dan minuman naik 4,94%, transportasi 2,3%, restoran 2,24%, kesehatan 1,70%, pendidikan 1,15%, hingga perawatan pribadi mencapai 10,35%.

Hal ini mengindikasikan bahwa masyarakat menghadapi kenaikan biaya hidup dari berbagai sisi sekaligus. Dalam ekonomi, kondisi ini disebut broad-based inflation atau inflasi yang menyebar ke seluruh sektor.

Di sisi lain, lonjakan inflasi ke 3,08% menempatkan Bank Indonesia dalam posisi sulit. Meski inflasi masih berada di rentang sasaran, namun laju kenaikan yang mulai menyebar ke berbagai kelompok pengeluaran menunjukkan tekanan harga tak lagi bersifat sementara. 

Di tengah kondisi ini, pergerakan rupiah sepertinya masih akan sangat terbatas. Kombinasi antara lonjakan harga minyak, menguatnya dolar AS, dan adanya tekanan inflasi domestik membuat ruang sempit untuk penguatan rupiah secara berkelanjutan. 

Analisis Teknikal

Analisis Teknikal Rupiah Rabu 3 Juni 2026 (Sumber: Bloomberg)

Secara teknikal, rupiah masih berisiko melanjutkan pelemahan hari ini. Adapun rupiah berpotensi melemah menembus support Rp17.870/US$. Support selanjutnya bisa menuju Rp17.900/US$ usai menembus trendline sebelumnya.

Teknikal rupiah juga memperlihatkan level Rp18.000/US$ sebagai target paling pesimistis dalam jangka pendek.

Sebaliknya, nilai rupiah memiliki level resistance terdekat di Rp17.800/US$. Apabila level ini berhasil tembus, maka mengonfirmasi resistance selanjutnya di Rp17.700/US$.

(riset/aji)

No more pages