Logo Bloomberg Technoz

Ada pula pemilik akun Thread @jesicanadine yang menjabarkan tagihan listrik pada Juni untuk penggunaan Mei 2026 adalah sebesar Rp3,13 juta sedangkan tagihan listrik di Mei untuk penggunaan April 2026 lebih rendah yaitu sebesar Rp1,96 juta.

“Naiknya banyak banget, padahal gak ada elektronik tambahan,” ungkapnya. 

Adapun, terkait dengan ramainya keluhan kenaikan tarif listrik di sosial media, PT PLN (Persero) melalui Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PT PLN (Persero) Gregorius Adi Trianto menegaskan bahwa tidak ada kenaikan tarif listrik yang diberlakukan kepada konsumen.

"PLN senantiasa menjalankan kebijakan tarif listrik sesuai yang ditetapkan oleh Pemerintah melalui Kementerian ESDM, untuk periode April—Juni 2026 tarif listrik tetap dan tidak mengalami perubahan dari periode sebelumnya," ujar Gregorius saat dihubungi, Selasa (2/6/2026).

Dia memandang kenaikan tagihan listrik yang dirasakan sebagian pelanggan tidak disebabkan oleh perubahan tarif, melainkan dapat dipengaruhi oleh perubahan pola konsumsi listrik.

Adapun, beberapa faktor yang berpotensi meningkatkan pemakaian listrik antara lain kondisi cuaca, kenaikan suhu udara, hingga meningkatnya aktivitas di rumah yang mendorong penggunaan peralatan elektronik lebih intensif.

"Untuk memantau riwayat pembelian token dan pembayaran tagihan listrik secara mandiri, pelanggan dapat memanfaatkan aplikasi PLN Mobile guna mengetahui dan mengatur pola penggunaan listrik secara lebih efisien," tambahnya.

Berikut langkah mudah mengecek riwayat pemakaian melalui PLN Mobile:

  1. Buka aplikasi PLN Mobile;
  2. Pilih menu "Token dan Pembayaran" pada halaman utama;
  3. Klik tombol "Tambah ID Pelanggan" (jika belum terdaftar);
  4. Masukkan ID Pelanggan Anda;
  5. Klik tombol "Riwayat Penggunaan" (untuk pelanggan pascabayar) atau "Riwayat Pembelian Token" (untuk pelanggan prabayar).

(smr/wdh)

No more pages