Logo Bloomberg Technoz

Sementara itu, menurut sebuah video yang diunggah di platform medsos X, peretas diduga menggunakan layanan jaringan virtual private network (VPN) untuk memalsukan lokasi agar tak memicu sistem perlindungan otomatis Instagram.

Kemudian, hacker membuka percakapan dengan Meta AI Support Assistant—chatbot dukungan berbasis AI milik Meta—dan meminta untuk menambahkan alamat surat elektronik atau email baru ke akun target. 

Selanjutnya, chatbot AI itu terlihat mengirimkan kode verifikasi ke alamat email yang diberikan oleh hacker. Kemudian mereka membagikan kode verifikasi dalam ruang obrolan, yang memicu chatbot AI menampilkan tombol atur ulang kata sandi (reset password)—di mana hacker memungkinkan membuat kata sandi baru dan mengambil alih akun korban.

TechCrunch memverifikasi alamat email yang ditampilkan dalam video memang menerima kode verifikasi dari sistem Meta. Serangan siber ini didasarkan pada fakta bahwa peretas tak perlu mengambil alih alamat email resmi yang ditautkan ke akun Instagram korban.

Menanggapi hal tersebut, kemarin, Senin (1/6/2026) perwakilan Instagram Andy Stone mengeklaim bahwa masalah tersebut sudah diperbaiki. Namun pihak perusahaan tak mengungkap total pengguna Instagram yang akunnya telah diretas.

(far/wep)

No more pages