Logo Bloomberg Technoz

“Permintaan baru naik dengan laju tercepat sejak Februari. Dalam beberapa kasus, dunia usaha menyebut kenaikan ini disebabkan oleh klien yang memupuk stok untuk jaga-jaga kalau nanti harga makin mahal,” sebut keterangan tertulis S&P Global.

Walau terjadi kenaikan permintaan, harga dan ketersediaan bahan baku menjadi beban proses produksi. Hasilnya, output turun selama tiga bulan beruntun.

Masalah harga dan ketersediaan membuat pelaku usaha dalam posisi sulit. Banyak perusahaan yang harus mengais-ngais stok barang lama akibat sulitnya mendapatkan bahan baku.

“Sektor manufaktur Indonesia masih dalam tekanan pada Mei, seiring produksi yang terhambat akibat kenaikan harga bahan baku. Permintaan masih terbatas di sisi domestik, karena penjualan ekspor mengalami penurunan terdalam selama hampir lima tahun.

“Inflasi dari sisi biaya produksi sangat signifikan, kenaikannya menjadi yang tertinggi sejak September 2013. Ini membuat dunia usaha harus menaikkan harga jual dengan laju tertinggi dalam lebih dari 12,5 tahun terakhir.

“Keyakinan dunia usaha untuk 12 bulan mendatang masih datar saja, berada di bawah rata-rata. Optimisme terbeban oleh tingginya harga bahan baku dan ketersediaan yang minim,” terang Usamah Bhatti, Ekonom S&P Global Market Intelligence.

(aji)

No more pages