Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Loyo di Luar Negeri, Pagi Ini Sempat di Atas Rp17.900/US$

Tim Riset Bloomberg Technoz
02 June 2026 07:56

Karyawan memegang mata uang rupiah dan dolar AS di tempat penukaran mata uang, Jakarta, Selasa (12/5/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan memegang mata uang rupiah dan dolar AS di tempat penukaran mata uang, Jakarta, Selasa (12/5/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai kontrak rupiah di pasar luar negeri membuka perdagangan Selasa (2/6/2026) relatif datar di posisi Rp17.862/US$. Tak lama berselang, rupiah melemah 0,29% ke Rp17.913/US$ pada pukul 06:55 WIB.

Pada pukul 07:20 WIB, mata uang Nusantara masih melemah 0,1% ke Rp17.880/US$ pada 07.20 WIB. 

Pelemahan rupiah di pasar Non-Deliverable Forward (NDF) terjadi di tengah sentimen global yang masih sarat dengan ketidakpastian. Indeks dolar Amerika Serikat (AS) terhadap enam mata uang utama sedikit terkikis 0,03% ke posisi 99,17, setelah sehari sebelumnya sempat menguat 0,26%.


Namun, lonjakan harga minyak dunia masih jadi sumber kekhawatiran utama pasar. Harga minyak mentah Brent tercatat naik 3,18% ke level US$94,98 per barel, dan mempertahankan penguatan tajam yang terjadi di awal pekan ini. 

Kenaikan harga minyak dipicu oleh ketidakjelasan perkembangan negosiasi antara AS dan Iran. Pasar masih menunggu kepastian mengenai kelanjutan gencatan senjata serta masa depan arus distribusi energi melalui Selat Hormuz. Sepanjang bulan lalu, harga minyak sempat melemah karena pasar optimistis kesepakatan antara kedua negara dapat dicapai.