AS-Iran Sepakati Draf Awal Gencatan Senjata Selama 60 Hari
News
29 May 2026 06:22

Jeff Mason dan Eltaf Najafizada - Bloomberg News
Bloomberg, Amerika Serikat (AS) dan Iran dilaporkan telah mencapai kesepakatan awal untuk memperpanjang masa gencatan senjata selama 60 hari. Langkah ini dibarengi dengan rencana dialog lanjutan terkait program nuklir Teheran, sebuah kabar yang memicu harapan baru bahwa konflik bersenjata selama tiga bulan ini akan segera menemui titik terang.
Seorang sumber yang mengetahui jalannya perundingan rahasia ini mengonfirmasi laporan yang pertama kali dirilis oleh Axios. Kendati demikian, Presiden AS Donald Trump dilaporkan belum memberikan persetujuan final atas poin-poin tersebut. Sebelumnya, kedua negara memang berulang kali mengklaim adanya kemajuan—bahkan Trump menyebut kesepakatan sudah sangat dekat—namun kebuntuan terus berlarut-larut.
Wakil Presiden AS JD Vance pada Kamis (28/5) sore waktu setempat mengungkapkan bahwa Washington dan Teheran saat ini tengah "saling tawar-menawar terkait beberapa poin kalimat dalam draf," termasuk isu yang berkaitan dengan kemampuan nuklir Teheran. Ia menambahkan bahwa Iran tampak bernegosiasi dengan niat baik dan progres nyata terus berjalan. "Saya tidak bisa menjamin kami pasti akan mencapai kesepakatan, tetapi saat ini saya merasa cukup optimis."
Di sisi lain, Menteri Keuangan AS Scott Bessent memilih bersikap hati-hati. Ia hanya menegaskan bahwa tim dari kedua belah pihak terus berkomunikasi intensif. Bessent juga menggarisbawahi bahwa tiga "garis merah" yang ditetapkan Trump bersifat mutlak dan tidak bisa ditawar dalam pakta perdamaian apa pun.































