Logo Bloomberg Technoz

Sedangkan sektor nonlistrik, sekitar 5,38% disumbang dari pemanfaatan fatty acid methyl ester (FAME) dalam bahan bakar minyak (BBM) jenis solar atau program biodiesel.

Selanjutnya, sekitar 2,91% berasal dari pemanfaatan biomassa dan sisanya sebesar 0,26% berasal dari pemanfaatan EBT nonlistrik lainnya.

Sekadar catatan, Kementerian ESDM melaporkan bauran EBT sepanjang 2025 mencapai 15.630 megawatt (MW).

Kapasitas setrum itu mengambil porsi 15,75% dari kapasitas pembangkit terpasang sepanjang tahun lalu.

Adapun, porsi bauran EBT itu meleset dari target bauran energi bersih yang telah diturunkan dalam RUPTL 2025-2034, dari 23% menjadi 15,9%.

Alih-alih, target EBT sebesar 23% dalam bauran energi primer diproyeksikan baru bisa tercapai pada 2030. Sementara itu, hingga 2045 atau saat periode Indonesia Emas, target bauran EBT ditargetkan sebesar 46%.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan bauran energi bersih itu relatif mengalami penambahan besar jika dibandingkan kenaikan kapasitas EBT pada 2024.

Hanya saja, porsi tambahan EBT itu belakangan ditekan kapasitas pembangkit batu bara dan gas yang baru masuk ke sistem sepanjang 2025.

“Sebenarnya penambahan ini cukup besar di 2025, tapi karena ada penambahan 7 gigawatt dari gas dan batu bara jadi baurannya turun,” kata Bahlil saat konferensi pers kinerja 2025 di Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (8/1/2026).

Kementerian ESDM mencatat tambahan bauran EBT tahun lalu sebesar 1,1% dibanding tahun sebelumnya. Kenaikan kapasitas pembangkit EBT itu menjadi yang tertinggi selama lima tahun terakhir.

Sebagian besar bauran EBT sepanjang 2025 berasal dari sumber energi air mencapai 7.587 MW, bioenergi 3.148 MW, panas bumi 2.744 MW, surya 1.494 MW.

Porsi minor lainnya berasal dari gasifikasi batu bara 450 MW, angin 152 MW, sampah 36 MW dan lainnya sekitar 18 MW.

“Dalam analisa kami di 2026, kita harus genjot karena seiring dengan peningkatan pertumbuhan ekonomi yang dicanangkan,” kata Bahlil.

Di sisi lain, realisasi konsumsi listrik per kapita telah mencapai 1.584 kilowatt per hour (kWh) pada 2025, naik 108,2% dari target konsumsi 1.464 kWh.

(azr/ros)

No more pages