AS-Iran Tegang Lagi, Harga Minyak Diramal Tak Kembali ke US$100
Azura Yumna Ramadani Purnama
13 July 2026 09:10

Bloomberg Technoz, Jakarta - Ekonom Center of Reform on Economics (Core) meramal harga minyak mentah tak bakal kembali menyentuh US$100 per barel, meski Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali bergesekan hingga menyebabkan Selat Hormuz tutup sementara.
Direktur Eksekutif Core Mohammad Faisal menegaskan semakin panjang konflik kembali terjadi dan semakin intens eskalasinya, maka pasar bakal merespons dengan meningkatnya harga minyak mentah tersebut.
Kendati begitu, Faisal menilai harga minyak mentah bakal kecil kemungkinannya untuk kembali meroket ke level US$100 per barel. Dia memandang sudah banyak negara yang merespons penutupan Selat Hormuz dengan mendiversifikasi sumber impornya.
“Nah, sehingga ketergantungannya itu sudah sedikit demi sedikit berkurang menurut saya karena saya pikir banyak negara sadar bahwa kawasan ini menjadi sorotan dari sisi stabilitas ya, jadi artinya tidak stabil ya, sehingga sedikit demi sedikit mengurangi ketergantungannya terhadap pasokan dari Selat Hormuz,” kata Faisal ketika dihubungi, Senin (13/7/2026).
Faisal memproyeksi ketegangan yang belakangan kembali terjadi antara AS dan Iran bakal menyebabkan harga minyak mentah naik, tetapi di level yang terbilang terbatas.




























