Hormuz Tak Menentu, Harga Minyak Diproyeksi Alami ‘New Normal’
Azura Yumna Ramadani Purnama
13 July 2026 09:50

Bloomberg Technoz, Jakarta - Ekonom Center of Reform on Economics (Core) meramal harga minyak mentah bakal menyentuh level normal baru atau new normal di sekitar US$70 hingga US$80 per barel, seiring kembali memanasnya ketegangan Amerika Serikat–Iran yang menyebabkan penutupan Selat Hormuz.
Ekonom Core Yusuf Rendy Manilet menegaskan serangan AS ke sejumlah wilayah di Iran dan kembali berlakunya sanksi terhadap minyak mentah Iran membuat premi risiko kembali masuk ke harga minyak mentah.
Dia menegaskan kondisi tersebut bukanlah hal baru yang terjadi, melainkan pembalikan dari proses normalisasi yang sebelumnya telah mulai terjadi. Oleh sebab itu, dia menilai pemulihan pasokan minyak mentah global hanya berpotensi terganggu dan tak sampai gagal terjadi.
Mulanya, pasar memperkirakan produksi dan perdagangan minyak akan berangsur kembali ke level normal menjelang akhir tahun. Dengan meningkatnya ketegangan, maka normalisasi tersebut berpotensi mundur, sebab pelaku pasar kembali berhati-hati mengisi stok dan arus pengiriman melalui Selat Hormuz belum sepenuhnya pulih.
“Karena itu, saya melihat harga minyak kini berada pada fase yang bisa disebut sebagai normal baru. Ketegangan geopolitik tetap tinggi, tetapi pasar masih berasumsi Selat Hormuz tidak akan ditutup sepenuhnya. Itulah sebabnya kenaikan harga sejauh ini masih relatif terukur,” kata Yusuf ketika dihubungi, Senin (13/7/2026).





























