Petroyuan Menguat, Mata Uang Asia Rebound, ke Mana Arah Rupiah?
Tim Riset Bloomberg Technoz
14 April 2026 08:47

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pergerakan rupiah di pasar Non-Deliverable Forward (NDF) cenderung liar, tertekan kenaikan harga minyak mentah dan ketidakpastian geopolitik serta adanya tekanan fiskal dari sisi domestik.
Pada pembukaan perdagangan hari ini, Selasa (14/4/2026), rupiah offshore diperdagangkan di harga Rp17.143/US$, stagnan dari posisi penutupan dini hari tadi. Namun, tadi malam rupiah di pasar luar negeri sempat dibanderol ke level terendah baru Rp17.203/US$ pada pukul 20:15 WIB.
Meredanya rupiah dalam pembukaan pagi ini setelah bergerak liar tadi malam sejalan dengan pergerakan indeks dolar AS. Indeks dolar AS sempat menguat di level 99,04 lalu lesu ke 98,36.
Setali tiga uang, harga minyak mentah jenis Brent juga mulanya menguat 6,03% ke US$100,94 per barel, lalu terkoreksi menjadi US$99,36.
Melemahnya dolar AS disambut beberapa mata uang kawasan di pasar yang sudah buka. Yen Jepang menguat 0,21%, dolar Singapura 0,11%, yuan offshore 0,03%, ringgit Malaysia 0,58%, dan peso Filipina 0,5%.





























