Sebelumnya pada Senin, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengumumkan serangan udara terhadap sejumlah situs infrastruktur Hizbullah di Lebanon selatan. Serangan ini merupakan balasan atas peluncuran drone peledak oleh Hizbullah yang jatuh di wilayah Israel, serta tembakan roket yang berhasil dicegat oleh angkatan udara Israel.
Melalui pernyataan resmi di Telegram, militer Israel mengonfirmasi bahwa IDF telah menggempur lebih dari 70 titik infrastruktur milik Hizbullah di berbagai wilayah Lebanon.
Gempuran tersebut menyasar 10 pusat komando, fasilitas penyimpanan senjata, serta infrastruktur tambahan yang digunakan Hizbullah untuk menyerang tentara dan warga sipil Israel. Selain menghancurkan fasilitas logistik, operasi militer di Lebanon selatan ini juga menewaskan sejumlah milisi Hizbullah yang tengah mengendarai sepeda motor di area operasi darat tentara IDF.
Melansir laporan kantor berita AFP, Israel juga telah mengeluarkan perintah evakuasi bagi warga di 10 desa di Lebanon selatan. Israel menuduh Hizbullah telah berulang kali melanggar kesepakatan gencatan senjata yang sebenarnya telah berlaku sejak pertengahan April lalu.
Konflik bersenjata antara Israel dan Hizbullah pertama kali pecah pada awal Maret. Saat itu, kelompok milisi asal Lebanon tersebut menghujani Israel dengan roket dan drone sebagai aksi balas dendam atas tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam serangan pembuka perang Iran pada 28 Februari. Setelah gencatan senjata pada April lalu, kedua belah pihak sebenarnya masih terlibat saling tembak namun dalam skala yang jauh lebih kecil.
Hanya berselang beberapa jam setelah pengumuman Netanyahu mengenai peningkatan intensitas serangan di Lebanon, suara ledakan keras dilaporkan terdengar di sekitar Selat Hormuz. Kantor Berita Semi-Resmi Iran, Fars, menyebutkan bahwa pusat ledakan berada di dekat kota pesisir Iran, yakni Sirik dan Jask.
Selain itu, Tasnim melaporkan adanya tiga dentuman ledakan terpisah yang terdengar di wilayah Bandar Abbas, Iran.
Menurut laporan media pemerintah Iran, Nour News, yang mengutip sumber-sumber lokal, jet tempur AS dan Israel dilaporkan telah menargetkan beberapa kapal milik Iran di sebelah selatan Pulau Larak yang berada di kawasan selat tersebut. Serangan udara itu dilaporkan menewaskan beberapa personel militer Iran.
(bbn)































