Pernyataan keras Trump ini dinilai sebagai strateginya untuk meredam kritik dari kelompok garis keras terkait Iran di AS. Salah satunya adalah Senator Republik, Lindsey Graham, yang sebelumnya telah memperingatkan Trump agar tidak memberikan kelonggaran apa pun kepada pihak Teheran.
Pemerintah Arab Saudi dan Qatar belum memberikan respons langsung terkait pernyataan sepihak Trump tersebut. Kendati demikian, kedua negara sekutu AS di Timur Tengah itu selama ini menegaskan hanya akan mengakui Israel jika Tel Aviv menyetujui pembentukan negara Palestina yang merdeka.
Dalam unggahan panjang sekitar 550 kata itu, Trump juga menyebut adanya peluang bagi Iran untuk ikut bergabung dalam Abraham Accords. Namun, skenario tersebut dinilai sangat mustahil terjadi selama rezim teokrasi Republik Islam Iran—yang terus menyuarakan penolakan terhadap eksistensi negara Yahudi tersebut—masih memegang tampuk kekuasaan.
"Wow, jika itu terjadi, itu akan menjadi sesuatu yang sangat spesial!" ujar Trump mengenai kemungkinan Iran ikut masuk dalam kesepakatan tersebut.
(bbn)






























