Perbaikan sentimen risiko ini terjadi setelah berminggu-minggu kebuntuan antara AS dan Iran usai beberapa upaya sebelumnya gagal mencapai kesepakatan. Saham global kemudian melonjak didorong optimisme meredanya ketegangan di Timur Tengah serta kembali menguatnya antusiasme terhadap sektor kecerdasan buatan (AI). Di saat yang sama, tingginya harga minyak dan inflasi mendorong imbal hasil obligasi ke level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.
“Faktor FOMO yang kuat turut mendorong selera risiko global yang lebih tinggi dari perkiraan: investor tidak ingin tertinggal jika perang Iran berakhir sementara tema AI terus mengangkat pasar saham,” kata strategist SEB, Dana Malas.
Indeks saham acuan Italia melampaui rekor penutupan tertinggi yang tercatat pada tahun 2000, didorong reli saham energi dan chip. Di Eropa, saham Delivery Hero SE melonjak lebih dari 10% setelah menerima tawaran akuisisi dari Uber Technologies Inc dalam kesepakatan yang menilai perusahaan pengiriman asal Jerman itu sekitar 10 miliar euro atau US$11,6 miliar.
Meski AS dan Iran semakin dekat menuju kesepakatan, Trump menegaskan dirinya tidak akan “terburu-buru” mencapai perjanjian. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan kesepakatan tersebut masih dalam proses dan pemerintah AS akan memberikan setiap peluang bagi diplomasi untuk berhasil.
“Setelah pergerakan pasar hari ini, skenario yang paling mungkin tampaknya sudah banyak diperhitungkan pasar,” ujar Kepala Strategi Singular Bank Roberto Scholtes Ruiz. “Karena itu, saya memperkirakan akan muncul dinamika ‘sell the news’ begitu kesepakatan benar-benar tercapai, dan saya akan menahan diri untuk menambah eksposur saham sampai kurva imbal hasil turun.”
Pelaku pasar juga masih fokus pada inflasi. Pasar kini sepenuhnya memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) sebelum akhir tahun, memperkuat ekspektasi bahwa Gubernur The Fed Kevin Warsh perlu bertindak cepat. Pekan ini, data Personal Consumption Expenditures (PCE) AS serta data inflasi di Eropa akan menjadi petunjuk arah tekanan harga dan kebijakan suku bunga.
Warsh, yang menjanjikan perubahan terbesar dalam beberapa dekade di bank sentral AS, resmi dilantik pada Jumat lalu. Trump menegaskan bahwa dirinya ingin Warsh memimpin The Fed secara independen, guna meredakan kekhawatiran investor bahwa Gedung Putih akan memengaruhi kebijakan bank sentral.
Namun, BlackRock Inc menilai The Fed mungkin justru memiliki alasan yang cukup untuk memangkas suku bunga, bukan menaikkannya, di bawah kepemimpinan baru Warsh.
Di sisi lain, China meluncurkan kampanye besar-besaran terhadap perdagangan lintas batas ilegal untuk menahan arus keluar modal. Beijing mengancam akan menjatuhkan hukuman berat kepada broker populer dan memerintahkan akun yang tidak patuh untuk dilikuidasi dalam waktu dua tahun.
(bbn)



























