Meski ada intervensi di pasar obligasi, pergerakan rupiah masih terdepresiasi dengan pelemahan 0,14% ke posisi Rp17.735/US$ pada pukul 13:04 WIB, menjadi level terendah baru.
Tekanan terhadap rupiah terjadi di tengah sentimen domestik yang memburuk terkait kondisi fiskal. Data ekonomi yang dirilis pekan lalu juga masih membebani pergerakan rupiah siang ini.
Data defisit neraca pembayaran Indonesia tercatat kembali defisit sebesar US$9,15 miliar pada kuartal pertama tahun ini, lebih dalam dari defisit kuartal sebelumnya US$6,07 miliar.
Di sisi lain, pemerintah belum memiliki alternatif pendapatan yang bisa menopang anggaran belanja yang agresif. Kondisi tersebut semakin menambah kekhawatiran investor terhadap pasar keuangan Ibu Pertiwi.
(dsp/aji)




























