Logo Bloomberg Technoz

India menjadi salah satu negara yang paling terdampak konflik Timur Tengah karena tingginya ketergantungan pada pasokan energi yang dikirim melalui Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang praktis terganggu sejak perang Iran pecah pada Februari lalu.

Pemerintah India bulan ini bergerak cepat mengeluarkan berbagai langkah untuk meredam dampak konflik setelah lonjakan harga minyak menekan nilai tukar rupee dan memicu arus keluar asing dari pasar saham domestik ke level tertinggi.

Inflasi konsumen masih berada di bawah target bank sentral sebesar 4%, meski tekanan terhadap pengecer untuk meneruskan kenaikan biaya mulai meningkat.

Data terbaru menunjukkan inflasi harga grosir lebih dari dua kali lipat menjadi 8,3% pada April dibanding bulan sebelumnya.

Kilang milik negara yang menguasai sekitar 90% pasar BBM India sebelumnya menaikkan harga untuk pertama kalinya dalam empat tahun pada 15 Mei lalu sebesar lebih dari 3% atau sekitar 3 rupee per liter (Rp555).

Dua kenaikan berikutnya dijaga tetap di bawah 1 rupee karena pemerintah berupaya menghindari guncangan harga mendadak bagi konsumen.

BPCL mengatakan pihaknya masih menjual solar dengan kerugian sekitar 25-30 rupee per liter (Rp4.626-Rp5.552) dan bensin dengan kerugian 10-14 rupee (Rp1850-Rp2776)  per liter.

Sebagai perbandingan, pengecer swasta Shell India menjual bensin di atas 115 rupee (Rp21.282) per liter dan solar lebih dari 126 rupee (Rp 23.318) per liter.

Kerugian pengecer semakin membesar akibat lonjakan permintaan dari konsumen skala besar yang beralih ke SPBU ritel dengan harga lebih murah.

Kondisi tersebut juga memicu aksi panic buying karena masyarakat khawatir India mengalami kekurangan bahan bakar.

Kementerian Perminyakan dan Gas Alam India menegaskan pasokan bensin dan solar nasional masih memadai dan meminta masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan.

“Konsumsi yang bertanggung jawab dan kerja sama masyarakat akan membantu menjaga kelancaran pasokan bahan bakar selama periode permintaan tinggi saat ini,” tulis kementerian tersebut melalui akun X pada Jumat malam.

(bbn)

No more pages