“Jadi ini sangat bagus, sangat produktif. Lapangan kerja yang bisa diserap, berapa orang yang kerja sekarang? Enam ratus lima puluh orang setempat, 650 orang bekerja,” ungkap Kepala Negara.
Lebih lanjut, dia menyatakan pemerintah sedang berencana membangun tambak BUBK serupa di Waingapu, Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan luas 2.000 hektar.
Selanjutnya, pemerintah juga berencana membangun tambak BUBK di Gorontalo seluas 200 hektar. Serta terdapat tambang udang dan ikan yang sedang dibangun di Jawa Barat dengan luas 14.000 hektar.
“Di daerah-daerah seluruh, kita mulai sekarang menambah, kita akan bangun proyek-proyek produktif yang menghasilkan protein untuk rakyat kita dan juga untuk dijual ke luar negeri supaya kita bisa dapat devisa,” ungkap Prabowo.
Secara total, nilai ekspor udang RI ke dunia hingga September 2025 mencapai US$1,40 miliar. Ekspor udang September 2025 bahkan tumbuh 16,6% dibandingkan Agustus 2025.
Sementara itu, sejak 31 Oktober hingga 2 Desember 2025, sebanyak 303 kontainer udang telah dikapalkan ke Amerika S, yang terdiri atas 228 kontainer dari Tanjung Perak, Surabaya, dan 75 kontainer dari Tanjung Priok, Jakarta, dengan nilai total Rp949 miliar.
Teranyar, pada 3 Desember 2025, Indonesia kembali mengirimkan udang yang telah tersertifikasi ke AS sebanyak 182 ton senilai Rp25 miliar melalui pelabuhan di Jakarta dan Surabaya.
Adapun, Indonesia kembali siap mengekspor udang hingga akhir Desember 2025 mencapai 292 kontainer seberat 5.000 ton senilai Rp900 miliar. Dengan demikian, sejak 31 Oktober sampai akhir Desember 2025, ekspor udang ke AS akan mencapai 605 kontainer atau 10.000 ton dengan nilai Rp1,8 triliun.
(wep)






























